Ambon, Maluku— Provinsi Maluku kembali mencetak sejarah di sektor perdagangan luar negeri! Untuk pertama kalinya, ekspor komoditas perikanan unggulan dilakukan melalui jalur udara langsung dari Bandara Internasional Pattimura, Ambon.
Momen monumental ini ditandai dengan pengiriman ikan kerapu hidup oleh PT Rajawali Laut Timur ke Hongkong, dan kepiting bakau oleh PT Samudera Kris Jaya ke Singapura, membuka babak baru ekspor laut Maluku ke panggung global.
Langkah strategis ini merupakan hasil sinergi apik lintas instansi yang dikoordinir oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku melalui Bidang Perdagangan Luar Negeri, bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan, Bea Cukai Ambon, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, Balai Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan, serta dukungan dari maskapai Garuda Indonesia Ambon.
Plh. Kepala Disperindag Provinsi Maluku, Achmad Jais Ely, memuji langkah ini sebagai momen emas yang selama ini dinantikan.
“Ini adalah bukti nyata bahwa Maluku tidak hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga mampu mempercepat pengembangan ekonomi melalui inovasi ekspor,” tegas Ely pada Rabu (23/7/2025) kemarin.
Ia menekankan bahwa ekspor melalui udara akan memangkas waktu pengiriman secara signifikan dan memperbesar potensi daya saing produk Maluku di pasar global.
“Gubernur Maluku selalu menekankan pentingnya kerja tim untuk memperkuat ekspor sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah. Ini langkah perdana, dan kami pastikan keberlanjutannya akan terus dijaga,” ujar Ely dengan penuh optimisme.
Manager PT Rajawali Laut Timur, Daniel Liaw, turut menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Provinsi Maluku dan seluruh stakeholder yang telah membuka kembali kran ekspor via Ambon.
“Kami siap menjadi mitra strategis dan eksportir yang berdaya guna bagi Maluku. Koordinasi yang terarah ini menjadi pondasi kuat untuk pertumbuhan bersama,” ucapnya.
Tak kalah penting, GM Garuda Indonesia Ambon, Radhitya Prastanika, menegaskan komitmen pihaknya untuk menjadi jembatan udara dalam mendukung ekspor berkelanjutan dari Ambon ke dunia internasional.
Ekspor perdana ini mencatatkan:
- Ikan Kerapu Hidup sebanyak 0,55 ton dengan nilai ekspor mencapai USD 19.672 tujuan Hongkong
- Kepiting Bakau sebanyak 0,41 ton senilai USD 2.970 tujuan Singapura
Dengan keberhasilan ekspor perdana melalui udara ini, Maluku membuktikan diri sebagai salah satu episentrum baru perdagangan maritim nasional yang tidak hanya berbicara soal potensi, tetapi juga aksi nyata.
“Kami menegaskan komitmen untuk terus membuka ruang ekspor baru, mendukung pelaku usaha lokal, dan menjadikan Maluku sebagai poros ekonomi biru Indonesia Timur,” pungkasnya. ***





































































Discussion about this post