Ambon, Maluku– Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Jenderal (Purn) Marthinus Hukom, kembali menjadi sorotan publik usai unggahannya di WhatsApp Story yang bernada tegas dan menantang.
Dalam rangkaian story tersebut, Hukom menanggapi berbagai tuduhan dan isu miring yang diarahkan kepadanya.
Dalam salah satu unggahan, ia menegaskan bahwa fitnah yang diarahkan kepadanya akan berbalik kepada para pembuatnya.
“Bagi para pembuat fitnah siapa pun anda, percayalah bahwa fitnah yang anda buat sedang berbalik kepada anda,” tulis Hukom.
Tak berhenti di situ, Hukom juga menantang pihak-pihak yang menuding dirinya pernah mengeluarkan kebijakan kontroversial.
“Tunjukan, kebijakan kontroversial apa yang pernah saya keluarkan? Apakah pendapat saya tentang pengguna dan artis pengguna tidak boleh ditangkap itu kontroversial? Kalau itu menurut kalian kontroversial, maka saya bisa mengidentifikasikan siapa sebenarnya anda pembuat narasi fitnah terhadap saya,” lanjutnya.
Unggahan lain menunjukkan sikap Hukom yang keras terhadap tuduhan dirinya terlibat dalam bisnis narkoba. Ia menolak mentah-mentah tudingan tersebut dan meminta bukti jelas.
“Saya tantang siapapun orang yg bilang narkoba adalah cuan bagi saya. Tunjukkan batang hidungmu dan jangan bersembunyi dengan akun palsumu. Tunjukin kepada publik, siapa bandar yang pernah saya peras, siapa yang pernah setor kepada saya. Biar rakyat semua tahu dan saya siap mempertanggungjawabkan semua kejahatan itu,” tegasnya.
Unggahan-unggahan bernada emosional ini muncul di tengah dinamika pergantian kepemimpinan di BNN.
Marthinus Hukom yang menjabat sejak Desember 2023, resmi digantikan oleh Irjen Suyudi Ario Seto pada 25 Agustus 2025.
Pernyataan keras lewat story WhatsApp tersebut memperlihatkan sikap defensif sekaligus tantangan terbuka kepada pihak-pihak yang mencoba menjatuhkan nama baiknya.
Sosol Marthinus Perwira Tinggi dari Maluku
Marthinus Hukom adalah perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian tahun 1991. Ia berkarier panjang di kepolisian, khususnya di bidang reserse dan narkotika.
Hukom dikenal sebagai figur yang keras terhadap jaringan narkoba dan sebelumnya juga memimpin Densus 88 Antiteror Polri, satuan elite penanggulangan terorisme di Indonesia.
Pada 8 Desember 2023, ia resmi dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kepala BNN, menggantikan Petrus Golose.
Selama kepemimpinannya, Hukom kerap mengeluarkan pernyataan keras terkait perang melawan narkoba, termasuk wacana bahwa pengguna narkoba tidak seharusnya dipenjara, melainkan direhabilitasi.
Namun, pada 25 Agustus 2025, Presiden Prabowo Subianto melakukan rotasi jabatan dan melantik Irjen Suyudi Ario Seto sebagai Kepala BNN yang baru, sekaligus mengakhiri masa jabatan Marthinus Hukom di lembaga tersebut.***














Komentar