
AMBON, TrendingMaluku.com – Anggota DPR/MPR RI, Mercy Christy Barends, ST, menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI dengan subtema “Refleksi Kritis SDM Maluku Menjawab Tantangan di Era 5.0” di Hotel Manise, Ambon, Minggu (21/12/25). Kegiatan ini merupakan bagian dari 7 sesi Sosialisasi MPR yang akan diselesaikan di penghujung tahun ini.
Selama dua hari terakhir, telah berlangsung 5 sesi yang melibatkan berbagai komponen masyarakat, tidak hanya di Ambon tetapi juga di Maluku Tengah. Setiap sesi memiliki tematik yang beragam, antara lain peran perempuan dalam pembangunan ekonomi berbasis kepulauan, peran generasi muda menghadapi tantangan digital, dan demokrasi Pancasila untuk tata kelola baik. Dua sesi sisa besok akan membahas pengelolaan perikanan dan pertanian.
Dalam wawancara usai acara, Mercy menekankan bahwa sosialisasi tidak hanya menjelaskan empat pilar secara teori, tetapi lebih pada korelasi dengan konteks lokal Maluku. Khususnya untuk generasi muda, dia menggarisbawahi pentingnya literasi digital untuk menghindari kejahatan digital seperti penipuan, perdagangan orang, dan judi online, serta memanfaatkannya untuk peningkatan ekonomi keluarga melalui digital marketing, konten kreator, atau afiliasi.
“Masa depan kerja akan beralih dari tenaga fisik ke tenaga digital, jadi kita harus mempersiapkan generasi muda sejak sekarang,” ujarnya.
Mengenai demokrasi, Mercy menjelaskan bahwa demokrasi Pancasila tidak hanya tentang pemilu setiap 5 tahun, tetapi juga partisipasi masyarakat dalam setiap proses pengambilan keputusan, mulai dari rapat kampung sampai pengelolaan dana desa. Tujuannya adalah menciptakan keadilan sosial dan kesejahteraan yang merata.
Sebagai anggota DPR periode ketiga, dia menegaskan komitmen untuk terus turun ke masyarakat, memperluas forum informasi, dan membangun hubungan erat dengan warga. “Kita tidak boleh capek bersama-sama membangun Maluku keluar dari kemiskinan akibat ketidaktahuan dan keterbatasan akses,” katanya.
Mercy juga mengumumkan hasil kerja selama 1 tahun di Komisi X, antara lain penyaluran lebih dari 53.000 bantuan beasiswa dari SD sampai SMA, serta 720 beasiswa KIP yang terbagi habis di 11 kabupaten/kota Maluku. Selain itu, telah dilakukan revitalisasi sekolah-sekolah rusak di wilayah perbatasan, yang bisa dilihat melalui konten di platform sosial.
Dia juga menyampaikan bahwa dalam pembahasan APBN, masih ada Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dijamin untuk beberapa kabupaten/kota, terutama wilayah perbatasan, meskipun dalam jumlah terbatas. “Kami akan terus membangun koordinasi dengan pemerintahan daerah baru untuk memastikan program berjalan dengan baik,” pungkasnya. (TM.01)

































































Discussion about this post