Kodam Pattimura Tegaskan Transparansi Program TNI di Maluku

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 29 September 2026 - 13:14 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku – Kodam XV/Pattimura menegaskan pentingnya keterbukaan informasi dan sinergi dengan insan media dalam mengawal berbagai program pembangunan serta pemberdayaan masyarakat di Maluku.

Kolaborasi TNI dan media dinilai menjadi bagian penting untuk memastikan informasi yang diterima publik akurat, berimbang, sekaligus mendorong pembangunan daerah.

Pesan tersebut mengemuka dalam agenda silaturahmi Pangdam XV/Pattimura dengan insan media bertajuk “Sinergi Bersama Membangun Maluku” yang berlangsung di Lounge Petarung, Makodam XV/Pattimura, Ambon, Senin (29/9/2026).

Kasdam XV/Pattimura Brigjen TNI Wawan Pujiatmoko yang mewakili Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., mengatakan seluruh program yang dilaksanakan Kodam XV/Pattimura dipastikan berjalan sesuai aturan dan tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.

“Semua yang kita lakukan, kami pastikan sesuai dengan aturan. Tidak melanggar aturan,” kata Wawan.

Ia mengakui, dalam pelaksanaan tugas dan program di lapangan, terkadang muncul informasi atau isu yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

“Kadang-kadang kita sedih. Niat dan tujuan kita baik, tapi diisukan yang tidak baik,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta insan media tidak ragu melakukan konfirmasi apabila menemukan informasi yang belum jelas. Menurutnya, komunikasi langsung menjadi penting agar informasi yang berkembang di tengah masyarakat tidak menimbulkan kesalahpahaman.

“Apabila belum dapat informasi yang jelas, segera lakukan konfirmasi,” katanya.

Wawan menegaskan, Kodam XV/Pattimura tidak ingin terjadi pemberitaan yang muncul akibat informasi yang belum terverifikasi. Sebaliknya, hubungan antara TNI dan media diharapkan semakin terbuka sehingga kedua pihak dapat menjalankan perannya secara profesional.

“Wartawan dengan kita seperti dua sisi mata uang. Berbeda, tetapi tidak bisa dipisahkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kodam XV/Pattimura juga menegaskan sejumlah program yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat, termasuk proses perekrutan prajurit TNI yang dipastikan tidak dipungut biaya atau 100 persen gratis.

Baca Juga :  MotoGP makes tyre strategies easier to follow for 2017

Penegasan tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat sekaligus mencegah munculnya praktik-praktik yang merugikan calon prajurit maupun keluarganya.

Selain itu, Kodam XV/Pattimura juga menyampaikan terkait pembentukan Yonif Teritorial Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat peran TNI di tengah masyarakat.

Program tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan, tetapi juga diarahkan agar keberadaan satuan TNI dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah.

Menurut Wawan, media memiliki posisi strategis dalam menyampaikan berbagai program tersebut kepada publik secara benar dan berimbang. Media juga diharapkan tidak hanya memberitakan persoalan, tetapi turut mengangkat berbagai potensi Maluku, mulai dari pariwisata, ekonomi, budaya hingga potensi masyarakat.

“Kita berharap Kodam dan seluruh insan media dapat sinergi bersama membangun Maluku,” katanya.

Ia menilai, apabila sinergi tersebut terbangun dengan baik, maka Maluku akan semakin dikenal, inovatif dan berkembang. Sebaliknya, hubungan yang diwarnai saling menjatuhkan dinilai tidak memberikan manfaat bagi kemajuan daerah.

“Kalau kita sama-sama sinergi maka maju Maluku ini. Tapi sebaliknya jika saling menjelekkan tentu Maluku ini tidak akan maju,” ujarnya.

Pesan mengenai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat juga terlihat dalam penataan ruang terbuka publik di kawasan Mardika, Kota Ambon.

Kodam XV/Pattimura memastikan pembangunan ruang terbuka publik di atas aliran sungai di kawasan tersebut mendapatkan perhatian dan dukungan pemerintah daerah.

Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapoksahli) Pangdam XV/Pattimura Brigjen TNI Julius Jolly Suawa mengatakan penataan kawasan itu melibatkan sejumlah pihak, termasuk Balai Wilayah Sungai (BWS) dan pemerintah daerah.

“Dalam prosesnya kami melibatkan sejumlah pihak, termasuk Balai Wilayah Sungai dan pemerintah daerah dalam penataan kawasan yang dibangun menjadi ruang terbuka di atas aliran sungai di kawasan Mardika, Kota Ambon,” kata Julius kepada awak media di Ambon, Selasa (29/9/2026).

Menurut Julius, pelibatan berbagai pihak dilakukan agar proses penataan berjalan sesuai ketentuan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ruang terbuka tersebut tidak hanya diarahkan sebagai kawasan penataan fisik, tetapi juga diproyeksikan menjadi ruang aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Baca Juga :  Mananwir Paul Finsen Mayor: Papua Tidak Butuh Lembaga Gemuk, Tapi Kepemimpinan yang Mendengar

Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menjadi salah satu kelompok yang akan mendapat ruang dalam penataan kawasan tersebut. Para pelaku usaha diharapkan dapat menjalankan aktivitas ekonomi dalam kawasan yang lebih tertata dan terfasilitasi.

“Khususnya pelaku UMKM perlu ditata, diwadahi, dan difasilitasi agar mereka bisa berjualan serta menjalankan aktivitas ekonomi dengan lebih baik,” ujar Julius.

Selain UMKM, kawasan tersebut dirancang sebagai ruang interaksi masyarakat. Fasilitas untuk aktivitas seni dan hiburan, ruang bermain anak serta taman-taman kecil juga direncanakan hadir di kawasan itu.

Julius mengatakan ruang publik tersebut diharapkan dapat digunakan masyarakat dari berbagai latar belakang untuk berkumpul dan beraktivitas bersama.

“Kalau kawasan ini ramai dan masyarakat bisa berkumpul maka akan terjadi integrasi yang baik. Dampak sosialnya luar biasa karena terjadi interaksi antarmasyarakat,” katanya.

Penataan ruang publik tersebut juga diharapkan memberikan dampak terhadap aspek keamanan. Dengan kawasan yang lebih tertata dan aktif digunakan masyarakat, potensi munculnya gangguan keamanan maupun penyakit masyarakat diharapkan dapat ditekan.

“Selain dampak ekonomi, pembangunan ini juga memiliki dampak sosial. Kita tentu tidak ingin kawasan ini menjadi tempat berkembangnya kejahatan atau penyakit masyarakat yang dapat mengganggu kehidupan warga,” ujarnya.

Penataan kawasan Mardika akan dilanjutkan secara bertahap, termasuk penataan kawasan UMKM di sekitar pelabuhan. Para pedagang nantinya diarahkan ke lokasi yang telah disiapkan melalui proses penataan bersama pemerintah daerah.

Rangkaian program tersebut memperlihatkan bahwa komunikasi publik menjadi bagian penting dalam setiap proses pembangunan yang melibatkan Kodam XV/Pattimura. Karena itu, Wawan berharap hubungan kemitraan dengan insan media tidak berhenti pada agenda silaturahmi, tetapi berkembang menjadi kolaborasi yang konstruktif.

“Kita menginginkan Maluku ini maju, damai dan terhindar dari situasi yang tidak menguntungkan, terlebih yang merugikan masyarakat Maluku,” katanya.

Ia berharap Maluku tetap berada dalam kondisi stabil dan aman sehingga pembangunan dapat berjalan dan masyarakat memperoleh manfaat secara langsung.

“Kami mengharapkan Maluku dalam stabilitas yang terkendali, aman untuk Maluku yang lebih baik,” ujar Wawan.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
Plt Ketua DPW PPP Maluku Dukung Pemberhentian Waketum dan Sekjen DPP
KTC Gaungkan Aksi Nyata Peringatan Sumpah Pemuda Lewat Kusambi Tanempar Cup 2026
Momentum Sumpah Pemuda, Subhan Pattimahu Dorong Prabowo Bentuk Kementerian Peranan Pemuda
KNPI Maluku Ajak Publik Bijak Memilah Kewenangan Pemerintahan
Rektor UIN Ambon Prof Abidin Raih PIKI Awards 2026, Diakui atas Perjuangan Toleransi dan Perdamaian
Cermati Capaian Bang Ozan, Tuhepaly Soroti Perubahan Pendidikan dan Arah Baru Ekonomi Malteng
ERT Wetar BKP-BTR Ikuti IFRC 2026, Tingkatkan Kompetensi dan Kesiapan Penanganan Darurat

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 02:24 WIT

Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN

Jumat, 30 Oktober 2026 - 04:26 WIT

Plt Ketua DPW PPP Maluku Dukung Pemberhentian Waketum dan Sekjen DPP

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:15 WIT

KTC Gaungkan Aksi Nyata Peringatan Sumpah Pemuda Lewat Kusambi Tanempar Cup 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:30 WIT

Momentum Sumpah Pemuda, Subhan Pattimahu Dorong Prabowo Bentuk Kementerian Peranan Pemuda

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:23 WIT

KNPI Maluku Ajak Publik Bijak Memilah Kewenangan Pemerintahan

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT