Home / Opini / SBB

Sekwan Restui Keberangkatan DPRD SBB: Perjalanan Dinas atau Pemborosan Anggaran

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 4 Februari 2025 - 07:58 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Piru, Maluku– Rencana pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Seram Bagian Barat (SBB) pada 6 Februari 2024 telah resmi ditunda ke 18 Februari. Namun, terendus kabar wakil rakyat Saka Mese Nusa tetap berangkat, dengan restu dari Sekretaris Dewan (Sekwan).

Yang membuat publik semakin geram, alasan yang beredar adalah mereka sudah terlanjur membeli tiket lebih awal. Jika benar demikian, ini adalah bukti nyata betapa lemahnya koordinasi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran perjalanan dinas.

Tiket Sudah Dibeli: Alasan yang Bisa Diperdebatkan

Dalih bahwa tiket sudah telanjur dibeli patut dipertanyakan. Jika memang pembelian dilakukan sebelum informasi penundaan diterima, mengapa tidak ada langkah cepat untuk membatalkan atau menyesuaikan jadwal? Apakah tidak ada koordinasi lebih lanjut setelah ada kepastian perubahan tanggal pelantikan?

Di banyak kasus perjalanan dinas, alasan seperti ini sering dipakai untuk menghindari pertanggungjawaban. Padahal, dalam sistem pengelolaan anggaran negara yang transparan, setiap perjalanan dinas harus disesuaikan dengan kebutuhan riil, bukan hanya sekadar memastikan tiket sudah terbeli.

Jika benar ada unsur keteledoran dalam perencanaan keberangkatan, maka ini adalah kesalahan administratif yang serius. Namun, jika alasan ini hanya digunakan untuk menutupi keputusan yang disengaja, maka ada kemungkinan unsur kepentingan tertentu bermain di balik layar.

Sekwan: Gagal atau Bermain Aman?

Sebagai pejabat yang bertanggung jawab atas administrasi DPRD, Sekwan seharusnya memastikan bahwa setiap agenda perjalanan dinas benar-benar sesuai dengan kepentingan daerah. Jika dia tetap menyetujui keberangkatan anggota DPRD meski sudah ada informasi penundaan pelantikan, maka ada dua kemungkinan:

  1. Sekwan lalai dalam menjalankan tugasnya dan tidak memastikan pembaruan informasi kepada para anggota dewan.
  2. Sekwan mengetahui perubahan agenda tetapi tetap memberikan restu karena ada tekanan politik atau kepentingan lain.

Dalam kedua skenario tersebut, Sekwan tetap harus bertanggung jawab. Jika alasan tiket sudah telanjur dibeli benar adanya, maka publik berhak tahu siapa yang bertanggung jawab atas keputusan pembelian tiket sebelum kepastian agenda pelantikan.

Perjalanan Dinas: Tugas atau Liburan Bermodus?

Sudah terlalu sering perjalanan dinas menjadi celah untuk menghabiskan anggaran, sering kali tanpa dampak nyata bagi masyarakat. Jika keberangkatan ini dibiayai oleh APBD, maka ada pertanyaan besar yang harus dijawab:

Berapa anggaran yang dikeluarkan untuk perjalanan yang seharusnya tidak perlu ini?

Baca Juga :  Berikut Nama 6 Korban Kecelakaan Speed Boat di Perairan Manipa yang Berhasil Selamat

Apakah ada opsi pengembalian dana jika tiket sudah dibeli sebelum kepastian acara?

Apakah ada mekanisme kontrol yang bisa mencegah kasus serupa terulang?

Tanpa transparansi, keberangkatan ini akan dicurigai sebagai bagian dari budaya “jalan-jalan dengan dana rakyat.” Publik berhak marah jika uang daerah digunakan untuk perjalanan yang sebenarnya tidak perlu.

Evaluasi dan Tanggung Jawab

Kasus ini bukan hanya soal tiket yang terlanjur dibeli, tetapi lebih kepada lemahnya koordinasi dan pertanggungjawaban birokrasi daerah. DPRD dan Sekwan harus memberikan klarifikasi resmi yang bisa dipertanggungjawabkan, bukan sekadar alasan normatif yang tidak masuk akal. Jika ditemukan unsur kesengajaan atau kelalaian, maka perlu ada evaluasi serius terhadap kinerja Sekwan.

Lebih dari itu, publik harus lebih aktif mengawasi penggunaan anggaran daerah. Jika pejabat bisa seenaknya beralasan “sudah beli tiket,” maka jangan heran jika kasus seperti ini terus berulang. Saatnya birokrasi daerah lebih profesional, atau mereka harus siap berhadapan dengan kemarahan rakyat yang semakin cerdas.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Masyarakat Taniwel Timur Apresiasi Pangdam Pattimura, Jembatan Merah Putih Jadi Harapan Baru Empat Negeri
Hadapi Kemarau, Polres SBB dan Pemdes Piru Bersihkan Sumber Air Bersejarah Air Nama
Jambore Posyandu SBB 2026 Resmi Dibuka, Maya Baby Lewerissa Dorong Peningkatan Kualitas Kader
Dari Kajian ke Aksi Kolaborasi, IMM dan HMI Ajak Pemuda SBB Ambil Peran dalam Pembangunan Daerah
Suara Perempuan, Semangat Perjuangan, dan Tanggung Jawab Menyiapkan Generasi Penerus
Merkuri Seram Terbaik di Dunia
Ombudsman Minta Pemkab SBB Serius Benahi Pelayanan Publik di Seluruh OPD

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:27 WIT

Masyarakat Taniwel Timur Apresiasi Pangdam Pattimura, Jembatan Merah Putih Jadi Harapan Baru Empat Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:20 WIT

Hadapi Kemarau, Polres SBB dan Pemdes Piru Bersihkan Sumber Air Bersejarah Air Nama

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:15 WIT

Jambore Posyandu SBB 2026 Resmi Dibuka, Maya Baby Lewerissa Dorong Peningkatan Kualitas Kader

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:07 WIT

Dari Kajian ke Aksi Kolaborasi, IMM dan HMI Ajak Pemuda SBB Ambil Peran dalam Pembangunan Daerah

Berita Terbaru