Gelar Diskusi, SIEJ Diseminasikan Kabar Baik dari Wallacea

- Jurnalis

Sabtu, 15 Maret 2025 - 13:10 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku – Society Indonesian Environmental Journalist (SIEJ) atau Masyarakat Jurnalis Lingkungan Hidup Indonesia Gorontalo menggelar diskusi ngabuburit konservasi bertema “Kabar Baik Dari Wallacea”, di  Slow Bar The Wave Coffee Roastery, Kota Gorontalo, Sabtu (14/3/2025).

Wallacea merupakan wilayah yang memiliki keanekaragaman hayati luar biasa. Pada saat yang sama, juga menghadapi tantangan konservasi yang kompleks. Sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati dan ekosistem terpenting di dunia, Wallacea menyimpan nilai ekologis, ekonomi, dan budaya yang sangat besar.

Namun, tekanan terhadap keanekaragaman hayati, baik dari aktivitas manusia maupun perubahan iklim, menuntut pendekatan baru yang mengedepankan kolaborasi, kearifan lokal, dan keberlanjutan.

Selain sebagai ajang silaturahmi, diskusi ini bertujuan untuk mendiseminasikan hasil karya kumpulan liputan SIEJ di desa-desa dampingan program Burung Indonesia, khususnya di kawasan Wallacea. Buku berjudul “Kabar Baik Dari Laut Wallacea” ini menjadi dokumentasi penting dari perjalanan riset yang dilakukan di tujuh koridor Wallacea, wilayah yang kaya dengan keanekaragaman hayati dan kearifan lokal menakjubkan.

Proyek ini, yang didukung oleh pendanaan dari Critical Ecosystem Partnership Fund (CEPF), mempererat sinergi antara pelestarian lingkungan dengan nilai-nilai tradisional yang hidup di tujuh koridor Wallacea. Sebuah pendekatan pengelolaan perikanan berbasis masyarakat yang tidak hanya meningkatkan hasil tangkapan, tetapi juga berhasil meminimalkan praktik destruktif seperti penggunaan bom ikan.

Baca Juga :  Maya Baby Rampen Lewerissa Dilantik Jadi Ketua Dekranasda Provinsi Maluku 2025-2030

Sebagai pembicara pertama, Patmasanti, perwakilan Burung Indonesia Gorontalo menjelaskan bahwa Burung Indonesia bekerja di beberapa site penting di kawasan Wallacea. Di Gorontalo sendiri, mereka punya program di bentang alam Popayato- Paguat  yang terdapat 350 ribu hektare (hutan lindung dan hutan produksi), dan mencakup dua kabupaten: Pohuwato dan Boalemo.

“Kenapa memilih daerah tersebut? Dikarenakan kawasan penting keanekaragaman hayati, burung, dan tingkat biodiversitas tinggi. Strategi yang dilakukan sebelum memilih daerah tersebut yakni terdapat protokol sainsnya, diawali dengan kajian, serta menemukenali masyarakat lokal,” terang Patmasanti.

Burung Indonesia, lanjut Patmasanti, dua tiga tahun belakangan mengupayakan konservasi yang tidak hanya berkutat pada perlindungan dan pengawetan, tetapi menyoal bagaimana kehidupan tersebut berkelanjutan baik dari pertanian dan kewirausahaan yang berkelanjutan, termasuk pelibatan perempuan dalam perlindungan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Kemudian, sebagai salah seorang penulis buku tersebut, Franco Bravo Dengo menceritakan tentang pengalamannya menemui dan mengikuti aktivitas masyarakat di dua desa dampingan Burung Indonesia. Di mana keduanya punya komoditas utama yang berbeda, Kepiting Bakau dan Gurita. Namun punya permasalahan yang tidak jauh berbeda, yakni soal ekstraktif fishing atau metode penangkapan ikan yang sifatnya ekstraktif.

Franco menceritakan tentang narasumber yang dia wawancarai. Misalnya Ato, seorang nelayan yang dianggap gila oleh masyarakat sekitar lantaran sering menghabiskan waktunya untuk menanam kembali pohon mangrove. Hal itu dia lakukan sebagai jalan penebusan dosa karena dulu pernah banyak menebang mangrove. Selain itu, rusaknya mangrove berdampak signifikan terhadap produktivitas hasil tangkapan kepiting bakau nelayan di desanya.

“Ketika berbicara lingkungan dan konservasi, kita mesti banyak mendengar dan memberdayakan orang-orang yang tinggal di sekitar. Saya kira sulit untuk melestarikan hutan, laut atau apapun itu, jika kita membiarkan orang-orang di sekitarnya sekarat,” ujar Franco.

Djufryhard, sebagai pembicara berikut dan merupakan perwakilan Jaring Advokasi Pengelolaan Sumberdaya Alam (Japesda) kembali mengingatkan bahwa Wallacea itu sangat penting tidak hanya di Indonesia, tapi untuk dunia. Dia juga mengajak lembaga-lembaga non pemerintah yang hadir untuk melakukan refleksi, bahwa jangan datang ketika baru ada kerusakan.

Masalah paling utama di Gorontalo, lanjut dia, adalah pembukaan lahan jagung secara masif. Kita tidak pernah mengidentifikasi apa yang terjadi sebelum itu. Dirinya pun mengajak semua yang ada untuk bersama-sama memproduksi cerita-cerita baru yang baik, seperti tema diskusi.

“Kalau garis Wallacea hanya sekadar garis imajiner, mari wujudkan garis itu tidak sekadar imajinasi dan berakhir di diskusi,” ujar Djufryhard. (**)

 

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
Plt Ketua DPW PPP Maluku Dukung Pemberhentian Waketum dan Sekjen DPP
KTC Gaungkan Aksi Nyata Peringatan Sumpah Pemuda Lewat Kusambi Tanempar Cup 2026
Momentum Sumpah Pemuda, Subhan Pattimahu Dorong Prabowo Bentuk Kementerian Peranan Pemuda
KNPI Maluku Ajak Publik Bijak Memilah Kewenangan Pemerintahan
Rektor UIN Ambon Prof Abidin Raih PIKI Awards 2026, Diakui atas Perjuangan Toleransi dan Perdamaian
Cermati Capaian Bang Ozan, Tuhepaly Soroti Perubahan Pendidikan dan Arah Baru Ekonomi Malteng
ERT Wetar BKP-BTR Ikuti IFRC 2026, Tingkatkan Kompetensi dan Kesiapan Penanganan Darurat

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 02:24 WIT

Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN

Jumat, 30 Oktober 2026 - 04:26 WIT

Plt Ketua DPW PPP Maluku Dukung Pemberhentian Waketum dan Sekjen DPP

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:15 WIT

KTC Gaungkan Aksi Nyata Peringatan Sumpah Pemuda Lewat Kusambi Tanempar Cup 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:30 WIT

Momentum Sumpah Pemuda, Subhan Pattimahu Dorong Prabowo Bentuk Kementerian Peranan Pemuda

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:23 WIT

KNPI Maluku Ajak Publik Bijak Memilah Kewenangan Pemerintahan

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT