Reses DPRD Taliabu, Wa Ode Nurlina dan H. La Putu Serap Aspirasi Warga Tiga Kecamatan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 1 Juni 2025 - 09:03 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Taliabu, Maluku Utara– Dalam masa reses sidang ke-II DPRD Kabupaten Pulau Taliabu, Anggota DPRD Wa Ode Nurlina A.Md.Keb melakukan kunjungan kerja ke tiga kecamatan guna menyerap aspirasi masyarakat yang selama ini dihadapkan pada berbagai persoalan klasik. Mulai dari infrastruktur yang minim, kualitas pendidikan yang stagnan, hingga tata kelola bantuan sosial yang tidak optimal, seluruh keluhan itu kembali mengemuka dalam pertemuan langsung bersama warga.

Menariknya, dalam sejumlah agenda reses tersebut, Nurlina turut didampingi oleh Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara dari Fraksi PKS, H. La Putu, S.Pi, yang merupakan wakil rakyat dari Daerah Pemilihan V.

Keduanya secara aktif berdialog dan mendengarkan langsung berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Agenda reses berlangsung sejak 9 hingga 29 Mei 2025 dan mencakup tiga titik utama: Desa Pancuran (Kecamatan Taliabu Barat), Desa Bapenu (Taliabu Selatan), serta Desa Wai Kadai (Taliabu Timur Selatan).

Sorotan Permasalahan Infrastruktur dan Sosial

Dalam catatan resesnya, Wa Ode Nurlina menyoroti kondisi jembatan gantung penghubung antara Desa Bapenu dan Desa Kilo yang sangat memprihatinkan, hanya menyisakan beberapa papan sebagai akses lintasan. Tak jauh dari lokasi tersebut, warga juga mengusulkan pembangunan pemecah ombak sepanjang 100 meter di sekitar sekolah SMP dan SMA yang terancam abrasi.

“Di Desa Bapenu, kami turun bersama Komisi I DPRD Provinsi. Mereka akan mengawal aspirasi warga yang berkaitan dengan kewenangan provinsi, seperti pembangunan jalan tani, pemecah ombak, dan jembatan penghubung,” ujar Nurlina dalam keterangannya, Minggu, 1 Juni 2025.

Baca Juga :  Hari Santri, Jejak Panjang Spirit Jihad dalam Sejarah Indonesia

Nurlina juga menyampaikan adanya keterlambatan penyelesaian ganti rugi lahan di Desa Nggoli sejak 2022. “Terdapat delapan warga yang terdampak dan belum menerima kompensasi. Ini akan kami dorong bersama komisi terkait yang bermitra dengan Dinas PUPR,” jelasnya.

Krisis Pendidikan: Kekurangan Guru hingga Dugaan Manipulasi Dapodik

Masalah pendidikan menjadi isu sentral yang berulang di ketiga desa. Di antaranya kekurangan guru SD dan ketiadaan guru Matematika dan Bahasa Inggris di tingkat SMP.

Permasalahan pembayaran Dana Tunjangan Daerah Khusus (Dacil) juga mencuat, dengan dugaan adanya manipulasi data Dapodik.

“Beberapa guru yang tidak aktif mengajar justru terdaftar sebagai penerima Dacil, sementara guru yang benar-benar aktif justru tidak menerima. Bahkan, muncul laporan adanya pungutan antara Rp3,5 juta hingga Rp10 juta untuk mencairkan dana tersebut,” ungkap Nurlina.

Di Desa Pancuran, masyarakat juga meminta pergantian kepala sekolah SMK dan SMP yang dinilai lalai dalam menjalankan tanggung jawab, termasuk dalam optimalisasi program keahlian lokal seperti perikanan.

Aspirasi Ekonomi dan Kesejahteraan: UMKM, Pertanian, dan Kesehatan

Kelompok pemuda di Desa Wai Kadai menyuarakan kebutuhan akan pelatihan teknis, seperti perbengkelan, untuk mendukung pengembangan usaha mandiri. Di sektor pertanian, petani kopra mengeluhkan keterbatasan akses terhadap pestisida, pupuk, bibit, dan alat pertanian seperti mesin pemotong rumput.

Adapun di sektor kesehatan, masyarakat di sejumlah desa meminta pembangunan fasilitas Puskesmas Pembantu (Pustu), penambahan tenaga medis, serta penguatan layanan dasar seperti listrik dan jaringan internet. Keluhan mengenai buruknya kondisi jalan desa juga disampaikan, termasuk tuntutan pergantian kepala desa yang dianggap tidak responsif terhadap kebutuhan warga.

Komitmen Pengawalan Aspirasi

Nurlina menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat tidak hanya akan dicatat, tetapi juga diperjuangkan melalui forum resmi DPRD. “Ini bukan sekadar daftar masalah. Ini mandat politik dari rakyat yang harus kami kawal hingga terealisasi dalam bentuk kebijakan nyata,” tegasnya.

Baca Juga :  Dua Penambang Jadi Korban, Tragedi Cinnabar Kembali Berulang

Komitmen serupa juga dinyatakan oleh H. La Putu, yang menekankan pentingnya sinergi antara DPRD kabupaten dan provinsi dalam menyelesaikan persoalan-persoalan strategis, khususnya yang berada di luar kewenangan pemerintah kabupaten.

Rangkuman Aspirasi Reses

  • Desa Bapenu, Taliabu Selatan:
  1. Renovasi jembatan penghubung Bapenu–Kilo.
  2. Pembangunan pemecah ombak sepanjang 100 meter.
  3. Transparansi informasi terkait kuota pendidikan.
  4. Penyediaan fasilitas PKK (peralatan masak).
  5. Tindak lanjut ganti rugi lahan di Desa Nggoli.
  6. Permintaan pembangunan TPA untuk Bapenu dan desa sekitar.
  • Desa Pancuran, Taliabu Barat:
  1. Pembangunan jalan setapak dan lampu jalan tenaga surya.
  2. Pembinaan mutu guru SD, SMP, dan SMK.
  3. Permintaan pergantian kepala sekolah dan kepala desa.
  4. Penuntasan pembayaran Dana Dacil.
  5. Praktik pungutan biaya ijazah.
  6. Penyediaan perumahan dan sarana penunjang untuk guru.
  7. Pembangunan Pustu dan penambahan wilayah kampung.
  • Desa Wai Kadai, Taliabu Timur Selatan:
  1. Penambahan guru SD dan SMP (khususnya Matematika dan Bahasa Inggris).
  2. Pergantian kepala sekolah.
  3. Penyediaan alat pertanian dan obat hama.
  4. Permintaan pembangunan kantor desa, jalan beraspal, listrik, dan jaringan telekomunikasi.

“Apapun yang dituntut warga, akan kami upayakan untuk direalisasikan,” pungkas Nurlina dalam pesan singkat kepada redaksi.

Ia menambahkan, meskipun keterbatasan anggaran dan isu efisiensi menjadi tantangan utama, perjuangan terhadap aspirasi masyarakat tetap menjadi prioritas utama.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
Plt Ketua DPW PPP Maluku Dukung Pemberhentian Waketum dan Sekjen DPP
KTC Gaungkan Aksi Nyata Peringatan Sumpah Pemuda Lewat Kusambi Tanempar Cup 2026
Momentum Sumpah Pemuda, Subhan Pattimahu Dorong Prabowo Bentuk Kementerian Peranan Pemuda
KNPI Maluku Ajak Publik Bijak Memilah Kewenangan Pemerintahan
Rektor UIN Ambon Prof Abidin Raih PIKI Awards 2026, Diakui atas Perjuangan Toleransi dan Perdamaian
Cermati Capaian Bang Ozan, Tuhepaly Soroti Perubahan Pendidikan dan Arah Baru Ekonomi Malteng
ERT Wetar BKP-BTR Ikuti IFRC 2026, Tingkatkan Kompetensi dan Kesiapan Penanganan Darurat

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 02:24 WIT

Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN

Jumat, 30 Oktober 2026 - 04:26 WIT

Plt Ketua DPW PPP Maluku Dukung Pemberhentian Waketum dan Sekjen DPP

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:15 WIT

KTC Gaungkan Aksi Nyata Peringatan Sumpah Pemuda Lewat Kusambi Tanempar Cup 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:30 WIT

Momentum Sumpah Pemuda, Subhan Pattimahu Dorong Prabowo Bentuk Kementerian Peranan Pemuda

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:23 WIT

KNPI Maluku Ajak Publik Bijak Memilah Kewenangan Pemerintahan

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT