DKP Sulsel Perkuat Kemitraan untuk Konservasi Laut

- Jurnalis

Rabu, 12 Maret 2025 - 10:47 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku – Membangun konsorvasi biota laut, Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan (DKP-Sulsel) memperkuat kemitraan dengan stakeholder.

“Salah satu upaya itu dengan menggalang kemitraan dengan lembaga non pemerintah dan memberikan pendampingan pada nelayan untuk konservasi biota laut seperti gurita dan teripang,” kata Kepala DKP Sulsel M Ilyas pada Diskusi Publik yang digelar The Society of Indonesian Enviromental Journlaists (SIEJ) Simpul Sulawesi Selatan bersama SIEJ Indonesia dan Burung Indonesia di Makassar, Rabu (12/3/2025).

Dia mengatakan, untuk konservasi biota laut yang dilindungi seperti gurita itu dikembangkan “Sistem Buka Tutup” oleh komunitas nelayan di Pulau Langkai dan Lanjukan, Kota Makassar.

Sedang untuk biota laut teripang dilakukan di salah satu wilayah Pangkajene Kepulauan (Pangkep), yakni komunitas nelayan di Pulau Sapuka. 

Melalui sistem buka tutup tersebut, ungkap Ilyas, nelayan membuat jadwal tiga bulan menutup lokasi habitat gurita dan teripang guna memberikan kesempatan berkembang biak. Selanjutnya tiga bulan dapat mengambil atau menangkap biota laut tersebut untuk kebutuhan ekonomi.

Sebelumnya, nelayan tertarik menangkap gurita dan teripang karena harga jualnya tinggi dan untuk kebutuhan ekspor. Akibatnya, biota laut ini  terus berkurang bahkan nyaris punah disebabkan pengambilan secara terus menerus.

Mencermati kondisi tersebut, Yayasan Konservasi Laut (YKL) Indonesia turun menjalankan program konservasi disebut Penguatan Ekonomi dan Konservasi Gurita Berbasis Masyarakat (Proteksi Gama) di Pulau Lankai dan Pulau Lanjukang sebagai upaya pelestarian dan pengembangan hasil tangkapan gurita.

Program ini dijalankan YLK Indonesia sebagai mitra Critical Ecosystem Partnership Fund (CEPF) dan Burung Indonesia bertujuan untuk memperkuat pengelolaan perikanan gurita skala kecil berbasis masyarakat di Pulau Langkai dan Pulau Lanjukang.

“Upaya dilakukan dengan melakukan tata kelola wilayah laut berbasis masyarakat dengan menginisiasi sistem ‘Buka Tutup’ jalur penangkapan gurita selama tiga bulan sejak 2022 hingga berlanjut di 2023 dan dilanjutkan hingga saat ini,” kata Direktur Eksekutif YKLI Nirwan Dessibali. 

Baca Juga :  Amankan IAF ke-2 dan HLF MSP di Bali, Polri: Tunjukan Indonesia Negara Aman

Hal serupa juga dilakukan di Pulau Sapuka dan Salius untuk melindungi teripang dari kepunahan. Dari hasil riset Yayasan Roman Celebes (YRC) Indonesia, sejauh ini kegiatan budidaya

teripang belum dilakukan, sehingga semua teripang yang ada dipasaran merupakan bersumber dari alam. 

Kekhawatiran akan ancaman kepunahan sumberdaya Teripang yang diakibatkan oleh perdagangan internasional sehingga pada tahun 2019, CITES menetapkan 3 jenis teripang masuk kedalam APPENDIX II, melalui COP ke 18 di Geneva, Swiss. 

Ketiga jenis Teripang tersebut adalah Holothuria nobilis (Cera Hitam), Holothuria whitmaei (susu hitam) dan Holothuria fuscogilva (susu Putih). (**)

 

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
Plt Ketua DPW PPP Maluku Dukung Pemberhentian Waketum dan Sekjen DPP
KTC Gaungkan Aksi Nyata Peringatan Sumpah Pemuda Lewat Kusambi Tanempar Cup 2026
Momentum Sumpah Pemuda, Subhan Pattimahu Dorong Prabowo Bentuk Kementerian Peranan Pemuda
KNPI Maluku Ajak Publik Bijak Memilah Kewenangan Pemerintahan
Rektor UIN Ambon Prof Abidin Raih PIKI Awards 2026, Diakui atas Perjuangan Toleransi dan Perdamaian
Cermati Capaian Bang Ozan, Tuhepaly Soroti Perubahan Pendidikan dan Arah Baru Ekonomi Malteng
ERT Wetar BKP-BTR Ikuti IFRC 2026, Tingkatkan Kompetensi dan Kesiapan Penanganan Darurat

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 02:24 WIT

Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN

Jumat, 30 Oktober 2026 - 04:26 WIT

Plt Ketua DPW PPP Maluku Dukung Pemberhentian Waketum dan Sekjen DPP

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:15 WIT

KTC Gaungkan Aksi Nyata Peringatan Sumpah Pemuda Lewat Kusambi Tanempar Cup 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:30 WIT

Momentum Sumpah Pemuda, Subhan Pattimahu Dorong Prabowo Bentuk Kementerian Peranan Pemuda

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:23 WIT

KNPI Maluku Ajak Publik Bijak Memilah Kewenangan Pemerintahan

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT