Ambon, Maluku – Hujan deras yang mengguyur Kota Ambon selama kurang lebih satu jam pada Senin (2/6) sore, menyebabkan banjir meluas di sejumlah titik vital kota. Akibatnya, warga dan pengendara terjebak di tengah genangan air yang tiba-tiba meninggi.
Hujan mulai turun sekitar pukul 15.30 WIT, bertepatan dengan jelang waktu ibadah Ashar. Tak sampai dua jam kemudian, sekitar pukul 16.40 WIT, air sudah menggenangi jalanan setinggi lutut orang dewasa di berbagai kawasan.
Beberapa lokasi yang terdampak parah antara lain Jalan Samratulangi, Jalan Ay Patti, sekitar Masjid Raya Al Fatah, hingga kawasan Batu Merah. Luapan air dari drainase dan sungai kecil setempat mengalir hingga ke badan jalan utama, membuat lalu lintas lumpuh.
Kendaraan, terutama sepeda motor, mengalami kesulitan melintas. Beberapa bahkan mogok karena mesin terendam air. Kemacetan panjang pun tak terhindarkan, khususnya di jalur penghubung ke pusat kota.
“Air naik sangat cepat. Beta tidak sempat mengamankan kendaraan. Tadi ada enam motor terseret dari parkiran,” kata Udin, seorang juru parkir di kawasan Ay Patti.
Ia mengaku kaget dengan cepatnya air naik, yang menurutnya tidak seperti biasanya. “Ini tidak biasanya. Kalau banjir seperti ini, biasanya hujan setengah hari bahkan satu hari baru bisa banjir. Tapi kali ini baru sejam, air sudah tinggi,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah segera menindaklanjuti persoalan drainase dan mitigasi banjir agar kejadian serupa tidak terus berulang. ***














Komentar