FORMID Tuding Ada Upaya Sistematis Delegitimasi Bahlil dalam Polemik Tambang Raja Ampat

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 8 Juni 2025 - 08:54 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Jakarta – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Forum Moeda Indonesia (FORMID), Abubakar Solissa, menilai bahwa isu tambang di Raja Ampat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menjatuhkan kredibilitas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

“Saya melihat isu ini sengaja difabrikasi oleh kelompok tertentu demi kepentingan politik, yakni menjatuhkan kredibilitas Bang Bahlil,” ujar Solissa dalam keterangan resminya, Minggu (8/6/2025).

Ia menilai pemberitaan mengenai aktivitas pertambangan di wilayah Raja Ampat tidak disajikan secara utuh, sehingga membentuk opini publik yang bias dan menyesatkan.

“Opini yang berkembang seperti diorkestrasi dengan satu agenda: menyerang dan merusak reputasi Bang Bahlil sebagai Menteri ESDM,” tegasnya.

Lebih lanjut, Solissa mengungkapkan bahwa izin pertambangan di kawasan tersebut sudah dikeluarkan sejak 2017, jauh sebelum Bahlil bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju.

“Izin tambang itu terbit saat beliau masih menjabat sebagai Ketua Umum BPP HIPMI, belum menjadi menteri,” jelasnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal FORMID, Syaf Lessy, menambahkan bahwa narasi yang berkembang di media sosial saat ini tidak berdasar dan cenderung menjauh dari fakta.

Baca Juga :  Urgensi Solidaritas Lintas Iman dalam Pembangunan Rendah Karbon di Maluku

“Tidak benar bahwa ada upaya untuk merusak destinasi wisata Raja Ampat. Lokasi tambang PT GAG Nikel berada di Pulau Gag yang jaraknya 30 hingga 40 kilometer dari Piaynemo, pusat pariwisata Raja Ampat,” ungkapnya.

Justru menurut Lessy, di era kepemimpinan Bahlil sebagai Menteri ESDM, pemerintah menunjukkan sikap tegas dan proaktif terhadap isu lingkungan dan pertambangan.

“Bang Bahlil sangat terbuka terhadap masukan publik. Ia bahkan turun langsung ke lapangan, melakukan verifikasi, berdialog dengan masyarakat, dan akhirnya membekukan sementara aktivitas tambang milik anak usaha PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tersebut,” pungkas Lessy.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
Plt Ketua DPW PPP Maluku Dukung Pemberhentian Waketum dan Sekjen DPP
KTC Gaungkan Aksi Nyata Peringatan Sumpah Pemuda Lewat Kusambi Tanempar Cup 2026
Momentum Sumpah Pemuda, Subhan Pattimahu Dorong Prabowo Bentuk Kementerian Peranan Pemuda
KNPI Maluku Ajak Publik Bijak Memilah Kewenangan Pemerintahan
Rektor UIN Ambon Prof Abidin Raih PIKI Awards 2026, Diakui atas Perjuangan Toleransi dan Perdamaian
Cermati Capaian Bang Ozan, Tuhepaly Soroti Perubahan Pendidikan dan Arah Baru Ekonomi Malteng
ERT Wetar BKP-BTR Ikuti IFRC 2026, Tingkatkan Kompetensi dan Kesiapan Penanganan Darurat

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 02:24 WIT

Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN

Jumat, 30 Oktober 2026 - 04:26 WIT

Plt Ketua DPW PPP Maluku Dukung Pemberhentian Waketum dan Sekjen DPP

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:15 WIT

KTC Gaungkan Aksi Nyata Peringatan Sumpah Pemuda Lewat Kusambi Tanempar Cup 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:30 WIT

Momentum Sumpah Pemuda, Subhan Pattimahu Dorong Prabowo Bentuk Kementerian Peranan Pemuda

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:23 WIT

KNPI Maluku Ajak Publik Bijak Memilah Kewenangan Pemerintahan

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT