Dukung Penegakan Hukum Lingkungan, KNPI Buru Apresiasi Langkah Tegas Polda Maluku Berantas PETI

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 14 Juni 2025 - 06:27 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Namlea, Maluku— Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Buru menyampaikan apresiasi tinggi terhadap langkah-langkah progresif yang diambil Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku dalam memberantas praktik Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Pulau Buru.

Ketua KNPI Buru, AlMuhajir S. Miru—akrab disapa Bung Al—menyatakan bahwa aksi tegas Polda Maluku merupakan bukti nyata hadirnya negara dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keberlangsungan hidup masyarakat lokal.

“Kami memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas komitmen Ditreskrimsus Polda Maluku dalam menertibkan aktivitas tambang ilegal. Langkah ini menunjukkan keberpihakan pada masa depan lingkungan dan keselamatan generasi mendatang,” ujar Bung Al di Namlea, Sabtu (14/6/2025).

Menurutnya, tindakan aparat kepolisian telah menjawab keresahan publik atas dampak negatif praktik PETI, yang selama ini merusak ekosistem, mengganggu ketertiban sosial, serta mengancam kesehatan masyarakat di sekitar area tambang.

Lebih lanjut, Bung Al menegaskan bahwa KNPI sebagai representasi pemuda Buru siap menjadi mitra strategis dalam mendukung penegakan hukum, edukasi publik, serta pengawasan sosial terhadap aktivitas pertambangan ilegal.

“Langkah kepolisian ini harus menjadi awal dari sinergi lintas sektor. Pemuda siap berada di garda terdepan untuk memastikan isu lingkungan tidak hanya disikapi dengan penindakan, tapi juga dengan edukasi dan pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga :  PAD Anjlok, Kadis Pendapatan Diusulkan Jadi Sekda, KNPI Buru: Ini Ancaman Serius Bagi Daerah

Ia juga mengingatkan pentingnya solusi jangka panjang, seperti penyediaan alternatif mata pencaharian yang berkelanjutan bagi warga yang terdampak penghentian PETI. Menurutnya, pendekatan hukum perlu diimbangi dengan pendekatan sosial dan ekonomi yang adil.

“Penegakan hukum harus berdampak pada pemulihan, bukan hanya penghentian. Kami berharap pemerintah daerah bersama aparat dan stakeholder lainnya dapat merancang kebijakan yang menyentuh akar persoalan,” tambah Bung Al.

Sebagaimana diketahui, Polda Maluku dalam beberapa bulan terakhir intensif melakukan operasi pemberantasan PETI di berbagai titik, termasuk di kawasan Gunung Botak, yang selama ini dikenal sebagai episentrum aktivitas tambang emas ilegal di Pulau Buru.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

300 Paket Sembako Warnai Pelantikan PD Muhammadiyah Buru
Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah Buru Resmi Dilantik
Kodim 1506/Namlea Bersama Warga Garap Fondasi Jembatan Gantung Namlea Ilath
Kapolda Maluku Segera Proses Soni Waemase Anggota Krimsus Beking Tambang Ilegal di Gunung Nona dan Gunung Botak
Waemkedan, Wameho, Gunung Nona dan Air Panas Buru Ramai Alat Berat, Kapolres Di Mana?
Alat Berat Beroperasi Terang-Terangan di Tambang Ilegal Gunung Nona-Air Panas Pulau Buru
Tim Tabur Buru Tangkap Buronan Kasus Asusila di Desa Namlea
Musda Golkar Buru Dinilai Terganggu, Pengurus DPD I Maluku Disorot

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 02:20 WIT

300 Paket Sembako Warnai Pelantikan PD Muhammadiyah Buru

Rabu, 28 Oktober 2026 - 02:15 WIT

Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah Buru Resmi Dilantik

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:02 WIT

Kodim 1506/Namlea Bersama Warga Garap Fondasi Jembatan Gantung Namlea Ilath

Minggu, 6 September 2026 - 23:40 WIT

Kapolda Maluku Segera Proses Soni Waemase Anggota Krimsus Beking Tambang Ilegal di Gunung Nona dan Gunung Botak

Senin, 3 Agustus 2026 - 06:13 WIT

Waemkedan, Wameho, Gunung Nona dan Air Panas Buru Ramai Alat Berat, Kapolres Di Mana?

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT