Dibalik Senyum Tipis Abdullah Vanath, “Ada Retak yang Terdengar”

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 19 Agustus 2025 - 07:54 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– Malam ramah tamah 17 Agustus di kediaman Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa di Mangga Dua Ambon semestinya menjadi ruang kebersamaan.

Namun, justru setelah acara itu, publik dikejutkan dengan sebuah video viral berisi pesan Wakil Gubernur Abdullah Vanath kepada para pendukungnya di rumah dinas Karang Panjang.

Dalam pesan yang penuh kejujuran, Vanath mengungkap perasaan yang jarang muncul ke ruang publik. Ia menyebut dirinya bukanlah orang baru belajar politik, tetapi kini ia memilih menarik diri dari hiruk pikuk manuver kekuasaan, dari kantor ke rumah, dari rumah ke kantor. Ia bahkan menolak pertemuan-pertemuan di luar yang berkonsekuensi pada biaya, karena, katanya dengan gamblang, ia tidak punya uang untuk itu.

Baca Juga :  Kekeliruan Terminologi dalam Surat Pemkab SBB dan Pentingnya Ketepatan Regulasi ASN

Lebih jauh, ia menyentuh soal keluarganya, terutama ponaannya yang ia minta mundur dari sebuah posisi, agar tidak muncul kesan ia hanya memperjuangkan kerabat sendiri. Pesan ini seolah ingin menegaskan bahwa dirinya berdiri di atas prinsip keadilan, bukan nepotisme.

Tetapi di balik itu, publik menangkap getar lain: sebuah sinyal bahwa kebersamaan di puncak pemerintahan Maluku tidak sepenuhnya seharmonis yang ditampilkan di panggung resmi.

Editorial ini tidak bermaksud memperuncing, tetapi publik patut membaca pesan Vanath sebagai refleksi. Bahwa di usia 80 tahun Maluku menjadi bagian dari Indonesia merdeka, rakyat mendambakan kepemimpinan yang utuh, solid, dan sejalan. Perbedaan politik di ruang elite semestinya tidak menetes menjadi keresahan rakyat di bawah.

Baca Juga :  Diserang, Difitnah, Tapi Tetap Memaafkan: Kisah Keteguhan Bahlil Lahadalia

Pernyataan Vanath jelas menyimpan beban: ia siap dengan segala risiko dari ucapannya. Ini bukan sekadar ekspresi pribadi, melainkan sinyal bahwa ada sesuatu yang belum beres dalam relasi gubernur–wakil gubernur. Pertanyaannyax akankah keduanya mampu menutup celah itu dengan kedewasaan, atau justru membiarkan retak kecil ini membesar?

Rakyat Maluku menanti, sebab yang dipertaruhkan bukan hanya harmoni dua pemimpin, tetapi juga masa depan pembangunan daerah.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengukur Profesionalitas dan Kapasitas DPRD SBB: Tinggalkan Kantor, Tinggalkan Ibu Kota Kabupaten
Memilih Kader atau Mendorong Ketidak Pastian Elektoral Bagi Demokrat Maluku?
Sinabar Huamual: Nafkah, Kehidupan, dan Pilihan Ekonomi Ribuan Warga Maluku
Ketika “Pastori” Menjadi Simbol: Bahaya Menggeser Konflik Dua Negeri di Taniwel Bisa Jadi Lebih Ngeri
Gubernur Hendrik Lewerissa Dibiarkan Hadapi Badai Opini Sendirian, Mesin Birokrasi Pemprov Dimatikan
APBD Ratusan Miliar, SBB Kabupaten Terbesar Ketiga di Maluku Tapi Tidak Ada Kerja Sama Media – Publikasi Berantakan
Panglima Baru XV/Pattimura dan Isyarat Keras bagi Masa Depan Maluku
Lewerissa “Orno-kan” Vanath ?

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 05:42 WIT

Mengukur Profesionalitas dan Kapasitas DPRD SBB: Tinggalkan Kantor, Tinggalkan Ibu Kota Kabupaten

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:13 WIT

Memilih Kader atau Mendorong Ketidak Pastian Elektoral Bagi Demokrat Maluku?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 03:58 WIT

Sinabar Huamual: Nafkah, Kehidupan, dan Pilihan Ekonomi Ribuan Warga Maluku

Minggu, 13 September 2026 - 23:22 WIT

Ketika “Pastori” Menjadi Simbol: Bahaya Menggeser Konflik Dua Negeri di Taniwel Bisa Jadi Lebih Ngeri

Minggu, 13 September 2026 - 13:18 WIT

Gubernur Hendrik Lewerissa Dibiarkan Hadapi Badai Opini Sendirian, Mesin Birokrasi Pemprov Dimatikan

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT