Dilepas Perdana Bupati SBB, Ini Bedanya Marmer dan Gamping

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 3 September 2025 - 15:15 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Piru, Maluku– Batu marmer dan batuan gamping sering kali disamakan karena keduanya sama-sama mengandung kalsium karbonat, padahal sejatinya memiliki perbedaan yang cukup jelas. Batuan gamping atau limestone terbentuk dari endapan alami cangkang hewan laut, koral, serta organisme kecil yang menumpuk selama ribuan hingga jutaan tahun di dasar laut.

Sementara marmer sebenarnya berasal dari batu gamping juga, namun telah mengalami proses metamorfosis, yakni perubahan akibat tekanan dan suhu tinggi di dalam bumi dalam waktu yang sangat panjang. Proses inilah yang membuat marmer berbeda karakter dan tampil lebih indah dibandingkan gamping.

Secara fisik, gamping biasanya tampak pucat dengan warna putih, abu-abu, atau krem, teksturnya lunak, mudah tergores, dan sering terlihat pori-pori kecil di permukaannya.

Sebaliknya, marmer lebih keras, padat, serta memiliki kilau alami dengan corak urat-urat yang unik. Inilah yang membuat marmer dikenal sebagai batu bernilai tinggi dan kerap digunakan untuk mempercantik bangunan.

Dari sisi kegunaan, gamping banyak dipakai sebagai bahan dasar bangunan sederhana, pembuatan semen, kapur tulis, hingga penetral tanah asam dalam pertanian. Sementara marmer lebih populer sebagai material dekoratif dan seni, seperti lantai, dinding, meja, patung, atau interior rumah mewah.

Baca Juga :  Penilaian Disiplin ASN Seram Bagian Barat Juni 2025: Banyak Perangkat Daerah Perlu Meningkatkan Kinerja

Dari nilai ekonominya, gamping jauh lebih murah karena relatif mudah ditemukan dan memiliki fungsi praktis sehari-hari. Sedangkan marmer harganya berkali-kali lipat lebih tinggi karena terbentuk melalui proses panjang dan tampilannya yang elegan.

Singkatnya, gamping bisa disebut sebagai bahan mentah alami, sedangkan marmer adalah “versi mewah” dari gamping yang telah dipoles oleh alam melalui panas dan tekanan bumi.

Perbedaan ini penting dipahami karena gamping bukan sekadar batu biasa, melainkan sumber daya yang punya peranan besar dalam pembangunan.

Memanfaatkan Potensi Gamping

Potensi tersebut kini mulai dimanfaatkan di Kabupaten Seram Bagian Barat. Pada Rabu (3/8), Pemerintah Kabupaten SBB melepas pengiriman perdana bahan tambang berupa batu gamping dari Desa Hulung, Kecamatan Taniwel.

Pengiriman perdana ini dipimpin langsung oleh Bupati Seram Bagian Barat, Ir. Asri Arman, didampingi Ketua TP PKK Ny. Yeni Rosbayani Asri, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) antara lain Dandim 1513/SBB, Kapolres SBB AKBP Andi Zulkifli, Kajari SBB Anto Widi Nugroho, dan Sekda Kabupaten SBB Alvin Tuasuun.

Hadir pula sejumlah pimpinan OPD, Danki Brimob, Komisaris dan Direktur PT Gunung Makmur Indah, para kepala desa se-Kecamatan Taniwel Timur, hingga tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, serta insan pers.

Dalam sambutannya, Bupati Asri Arman menegaskan bahwa keberadaan tambang batu gamping harus memberi manfaat luas bagi masyarakat, bukan hanya untuk perusahaan.

Ia berharap keberadaan tambang bisa meningkatkan perekonomian daerah, membuka lapangan kerja, sekaligus menyejahterakan masyarakat. Namun, ia menekankan pentingnya pengelolaan secara bijak tanpa merusak lingkungan, dengan selalu memperhatikan analisis dampak lingkungan.

Momentum pengiriman perdana ini sekaligus menandai peran PT Gunung Makmur Indah sebagai mitra pengelola tambang yang diharapkan mampu berkolaborasi dengan pemerintah daerah serta masyarakat setempat.

Harapan besar kini ditaruh pada sektor ini agar bisa mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan taraf hidup masyarakat Bumi Saka Mese Nusa. Acara tersebut berlangsung khidmat, ditutup doa bersama yang dipimpin tokoh agama, sebelum prosesi simbolis pengiriman batu gamping ke luar daerah dilakukan.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
Plt Ketua DPW PPP Maluku Dukung Pemberhentian Waketum dan Sekjen DPP
KTC Gaungkan Aksi Nyata Peringatan Sumpah Pemuda Lewat Kusambi Tanempar Cup 2026
Momentum Sumpah Pemuda, Subhan Pattimahu Dorong Prabowo Bentuk Kementerian Peranan Pemuda
KNPI Maluku Ajak Publik Bijak Memilah Kewenangan Pemerintahan
Rektor UIN Ambon Prof Abidin Raih PIKI Awards 2026, Diakui atas Perjuangan Toleransi dan Perdamaian
Cermati Capaian Bang Ozan, Tuhepaly Soroti Perubahan Pendidikan dan Arah Baru Ekonomi Malteng
ERT Wetar BKP-BTR Ikuti IFRC 2026, Tingkatkan Kompetensi dan Kesiapan Penanganan Darurat

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 02:24 WIT

Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN

Jumat, 30 Oktober 2026 - 04:26 WIT

Plt Ketua DPW PPP Maluku Dukung Pemberhentian Waketum dan Sekjen DPP

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:15 WIT

KTC Gaungkan Aksi Nyata Peringatan Sumpah Pemuda Lewat Kusambi Tanempar Cup 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:30 WIT

Momentum Sumpah Pemuda, Subhan Pattimahu Dorong Prabowo Bentuk Kementerian Peranan Pemuda

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:23 WIT

KNPI Maluku Ajak Publik Bijak Memilah Kewenangan Pemerintahan

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT