Pendapatan Daerah Jadi Sorotan, DPRD Maluku Minta Terobosan Baru

- Jurnalis

Kamis, 29 Januari 2026 - 06:15 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku,- Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Johan Lewerissa, menekankan pentingnya peningkatan pendapatan pajak daerah serta sinkronisasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku.

Menurut Lewerissa, Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2025 harus dijadikan momentum bagi Pemerintah Provinsi Maluku, untuk melakukan inovasi dan kerja keras dalam upaya penagihan pajak daerah.

Ia menyebutkan, analisis terhadap realisasi pajak perlu dilakukan secara mendalam dengan menghitung rasio antara target dan capaian, serta membandingkan data tahunan guna mengetahui faktor penyebab kenaikan maupun penurunan penerimaan pajak.

“Target pajak harus realistis dan berbasis pada potensi yang jelas. Jika terdapat sumber pajak baru, maka harus didukung dengan regulasi yang tepat melalui Peraturan Daerah atau Peraturan Gubernur agar tidak menghambat proses,” ujar Lewerissa kepada wartawan di Ambon, Kamis (29/01/2026).

Selain itu, Lewerissa juga menyoroti lemahnya sinkronisasi antar OPD, khususnya antara bidang hukum dan perdagangan. Menurutnya, perbedaan aturan maupun analisis dapat menimbulkan keraguan dan memperlambat penyelesaian persoalan di lapangan.

“Semua OPD merupakan satu kesatuan dalam pemerintahan. Jika tidak selaras, maka kebijakan yang diambil justru bisa saling bertentangan,” katanya.

Baca Juga :  Oknum Diduga Suruhan Ajudan Gubernur Maluku Main Perintah di Pasar Mardika, Nyaris Adu Fisik

Ia juga menyinggung adanya sejumlah perusahaan yang belum memenuhi kewajiban pembayaran sejak awal tahun, meski telah terikat dalam perjanjian kerja sama dengan pemerintah daerah.

Lewerissa menegaskan, teguran hukum telah diberikan kepada perusahaan-perusahaan tersebut. Apabila tidak diindahkan, maka langkah hukum melalui pengadilan akan ditempuh.

“Perlu negosiasi yang baik. Namun jika perusahaan tidak menunjukkan itikad memenuhi kewajibannya, maka kelanjutan perjanjian kerja sama harus dievaluasi agar aset pemerintah dikelola secara profesional dan saling menguntungkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, peningkatan pendapatan daerah merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan DPRD. Oleh karena itu, dibutuhkan terobosan dan kebijakan strategis untuk membangun Provinsi Maluku yang lebih baik ke depan.*

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan
SIKENDALI AMBON Jadi Strategi Baru Pemkot Antisipasi Ancaman Inflasi
Kodam Pattimura Gelar FGD, Pangdam Setop Sementara Pembangunan Waitomu
Pelayanan Feri Kacau, Tuhepaly Sentil Gubernur: Tak Mampu Kerja, Jangan Kerja!
54 Atlet Panjat Tebing Ambon Bakal Bersaing Rebut Tiket POPMAL 2027
Yayasan Manumata Rumah Cinta Gandeng RSUD Kota Ambon Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis bagi 150 Warga Lateri
Dukung Langkah Kodam XV/Pattimura, GEMA – MA Tekankan Penataan Yang Taat Hukum

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02 WIT

PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:32 WIT

SIKENDALI AMBON Jadi Strategi Baru Pemkot Antisipasi Ancaman Inflasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:44 WIT

Kodam Pattimura Gelar FGD, Pangdam Setop Sementara Pembangunan Waitomu

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:38 WIT

Pelayanan Feri Kacau, Tuhepaly Sentil Gubernur: Tak Mampu Kerja, Jangan Kerja!

Berita Terbaru