TANIMBAR, TRENDING–MALUKU.COM – Misteri kematian Pratu Samuel Ebet Wuarlela Sangadji perlahan mulai menemukan titik terang. Seorang warga berinisial J mengaku melihat dan mendengar langsung adanya keributan di sekitar Pos Pamtas Satgas Yonif Parahyangan pada malam Senin, 24 Agustus 2026.
Hingga kini, J menjadi satu-satunya warga yang berani membuka suara secara terbuka terkait peristiwa yang menimpa prajurit tersebut.
Kepada pihak keluarga, J menuturkan bahwa ia sempat menyaksikan kejadian itu. Namun, rasa takut membuatnya tidak berani mendekat ke lokasi.
“Saya lihat ada keributan di sekitar pos. Tapi saya tidak berani mendekat. Setelah itu ada yang datang dan suruh saya diam,” ujar J saat memberikan keterangan, Selasa, 15 September 2026.
- Persempit Jalur Peredaran Narkoba, Dirresnarkoba Polda Maluku Pimpin Razia Gabungan di Pelabuhan Hitu
- Aktivitas Pengolahan Emas Kembali Disorot, Polda Maluku dan Kodam Pattimura Diminta Buka Mata soal Gunung Botak
- Oli Palsu Diduga Jadi Mainan, Kasus Pembunuhan Tak Terungkap, PMPI Maluku Desak Kapolres Bursel Dicopot
Menurut keterangannya, suasana malam itu terasa tidak wajar dan berbeda dari biasanya. J mengaku mendengar suara pertengkaran, lalu melihat keberadaan beberapa orang di lokasi tersebut.
“Saya dengar ada suara ribut-ribut. Pas saya lihat ada beberapa orang. Tidak lama kemudian ada yang menyuruh saya masuk ke dalam rumah dan jangan cerita ke siapa-siapa,” lanjutnya.
Dugaan Upaya Pembungkaman
Yang lebih mengejutkan, J mengaku mengetahui adanya warga lain yang juga sempat melihat kejadian tersebut. Namun, warga itu diduga dibayar untuk membungkam mulutnya agar tidak menyebarkan informasi kepada pihak luar.
“Ada warga lain yang juga lihat, tapi katanya dia dikasih sesuatu supaya tidak cerita ke siapa-siapa,” ungkap J.
Kesaksian ini memunculkan dugaan kuat adanya upaya sistematis untuk menutupi peristiwa yang sebenarnya terjadi di sekitar Pos Pamtas malam itu.
Siap Bersaksi Secara Resmi
Saksi J menegaskan bahwa dirinya siap memberikan kesaksian secara resmi jika prosesnya sudah dilakukan. Alasannya, ia sangat mengenal almarhum Pratu Samuel Ebet Wuarlela Sangadji.
- Rekening Fadel Rumakat Terima Transferan Rp75 Juta, Dugaan Pemerasan di Teluk Ambon; Publik Ingat Kontroversi “100 Ton Narkoba”
- Surati Kapolda Maluku, Kuasa Hukum Soroti Lambannya Pengungkapan Kematian Fikram Heluth di Kawasan Tambang
- Kasus Kematian Fikram Heluth, Pengacara Keluarga Desak Kapolda Maluku Evaluasi Penyidikan
“Saya siap kasih keterangan kalau memang dipanggil secara resmi. Saya kenal baik almarhum,” ujarnya.
J pun berharap penyidik segera memanggil dan memeriksa keterangannya secara resmi guna mengungkap kebenaran di balik kematian prajurit tersebut.
Belum Ada Keterangan Resmi
Hingga berita ini diturunkan, pihak Denpom, Propam TNI, maupun Komando Satgas Pamtas Yonif Parahyangan belum memberikan keterangan resmi terkait kesaksian ini.
Publik pun menanti langkah tegas aparat untuk mengusut tuntas peristiwa yang menimpa Pratu Samuel Ebet.
Catatan Redaksi:
Berita ini disusun sepenuhnya berdasarkan keterangan saksi warga berinisial J. Pihak TNI dan instansi terkait berhak memberikan hak jawab.














Komentar