Saumlaki, Trending-Maluku.com, — Fakultas Hukum Universitas Lelemuku Saumlaki (UNLESA) kembali melahirkan generasi baru penegak hukum. Pada momentum Yudisium tingkat Universitas, empat mahasiswa Fakultas Hukum resmi dinyatakan lulus dan menyandang gelar Sarjana Hukum (S.H.), siap melangkah dari bangku kuliah menuju pengabdian nyata di tengah masyarakat Bumi Tanimbar.
Kabar membanggakan ini disampaikan langsung oleh Dekan Fakultas Hukum UNLESA, Lodwyk Wessy, S.H., M.H., pada Rabu (23/9/2026) yang menyebut yudisium sebagai penanda berakhirnya seluruh proses akademik sekaligus awal dari perjalanan baru dalam mengabdikan ilmu di tengah keluarga, dunia kerja, dan masyarakat.
Gerbang Baru Menuju Pengabdian
Bagi keempat lulusan, hari ini bukan sekadar perayaan atas selesainya studi. Ini adalah titik balik dari mahasiswa yang belajar di ruang kelas, kini menjadi sarjana hukum yang dituntut hadir dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Yudisium ini adalah gerbang terakhir sebelum mereka benar-benar terjun ke masyarakat. Ilmu yang diperoleh di kampus harus menjadi bekal untuk mengabdi, bukan sekadar disimpan dalam ijazah,” ujar Lodwyk Wessy.
Ia menegaskan bahwa gelar Sarjana Hukum yang kini melekat di belakang nama para lulusan bukan hanya hak yang diperoleh setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi juga membawa kewajiban moral untuk menjaga integritas, reputasi, dan kehormatan almamater.
Integritas, Modal Utama Mengabdi
Dalam pesannya, Dekan FH UNLESA menekankan bahwa pengabdian di bidang hukum menuntut lebih dari sekadar kecerdasan akademik. Integritas, menurutnya, adalah modal utama yang harus dijaga oleh setiap lulusan.
“Keempat lulusan diharapkan mampu menunjukkan sikap, perilaku, serta profesionalisme yang tidak mencederai nama baik Fakultas Hukum UNLESA, baik dalam lingkungan keluarga, tempat kerja, maupun kehidupan bermasyarakat,” tegasnya.
Pesan ini menjadi relevan mengingat tantangan penegakan hukum di daerah yang kerap membutuhkan sosok-sosok berintegritas tinggi, yang tidak hanya pintar secara akademis tetapi juga kuat secara moral.
Almamater Tak Pernah Lepas dari Lulusan
Lodwyk Wessy juga menegaskan bahwa hubungan antara lulusan dan almamater tidak berakhir ketika gelar akademik telah diberikan.
Terdapat tanggung jawab moral yang akan terus melekat kepada setiap lulusan terhadap Fakultas Hukum UNLESA sebagai tempat yang telah mendidik, membimbing, memberikan ilmu pengetahuan, dan mengantarkan mereka meraih gelar Sarjana Hukum.
“Almamater akan selalu menjadi rumah bagi kalian. Ketika kalian berkarya dan menjaga nama baik, di situlah kalian sedang membalas jasa fakultas ini,” ujarnya.
Harapan untuk Bumi Tanimbar
Dengan hadirnya empat sarjana hukum baru, diharapkan sumber daya manusia di bidang hukum di Kabupaten Kepulauan Tanimbar semakin kuat. Mereka diharapkan mampu mengambil peran dalam berbagai bidang mulai dari advokasi masyarakat, penegakan hukum, hingga pelayanan publik.
“Atas nama Civitas Akademika Fakultas Hukum UNLESA, saya menyampaikan selamat dan sukses kepada empat lulusan. Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan dan sejarah Fakultas Hukum UNLESA. Jadilah lulusan yang mampu menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi integritas, serta memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa, khususnya di Bumi Tanimbar,” pungkas Dekan.
Selamat Berjuang, Para Sarjana Hukum!
Dari kampus ke masyarakat, itulah perjalanan yang kini dimulai oleh keempat lulusan FH UNLESA. Bumi Tanimbar menanti kontribusi nyata mereka. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi berkah, dan pengabdian yang dijalani menjadi jalan kebaikan bagi banyak orang.














Komentar