Penurunan Pajak BBM dan PBBKB Dinilai Tak Masuk Akal

- Jurnalis

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:50 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku,- Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Irawadi, menyoroti penurunan signifikan pendapatan daerah dari sektor pajak sejak 2023 hingga 2025 yang dinilainya tidak masuk akal.

Ia mengungkapkan, khusus pada tahun 2025 tercatat penurunan pendapatan pajak daerah hingga sekitar Rp700 miliar dari target yang telah ditetapkan. Padahal, pada tahun sebelumnya target penerimaan dari Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) dan pajak BBM mencapai Rp191 miliar.

“Situasinya sangat janggal. Secara logika, jumlah kendaraan di Maluku setiap tahun terus bertambah. Seharusnya, pajak yang berkaitan dengan kendaraan dan BBM juga meningkat, bukan justru menurun,” kata Irawadi saat dihubungi dari Ambon, Jumat (06/02/2026).

Baca Juga :  Pemerhati Hukum: Wacana Parliamentary Threshold 5 Persen Harus Mengacu Putusan MK 116/PUU-XXI/2023

Menurutnya, kondisi tersebut memunculkan pertanyaan besar terkait keakuratan data jumlah kendaraan dan konsumsi BBM di Maluku. Ia mempertanyakan apakah benar terjadi penurunan jumlah kendaraan maupun penggunaan BBM di daerah ini.

Irawadi menegaskan pentingnya ketersediaan data yang valid dan dapat diperbandingkan, mencakup seluruh jenis kendaraan, mulai dari mobil penumpang, bus, truk, sepeda motor hingga kendaraan roda tiga.

Baca Juga :  100 Hari Kerja, Bodewin Tegaskan Pemkot Ambon Bergerak untuk Lima Tahun Kepemimpinan

“Sampai saat ini kami belum memperoleh data pembanding yang jelas. Padahal, data tersebut sangat penting untuk melakukan analisis secara objektif dan tepat,” ujarnya.

Ia juga mendorong adanya sinkronisasi data antara pemerintah daerah dan Pertamina, khususnya terkait penjualan BBM, agar tidak terjadi perbedaan angka yang berpotensi mempengaruhi penerimaan daerah.

“Pengelolaan pendapatan daerah harus didukung data yang akurat dan transparan. Kita perlu memastikan tidak ada kesalahan input maupun ketidaksesuaian data, baik yang bersifat teknis maupun disengaja,” tegasnya.

Irawadi menambahkan, seluruh kemungkinan penyebab penurunan pajak daerah tersebut harus ditelusuri secara menyeluruh guna menemukan akar persoalan yang sebenarnya.*

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan
SIKENDALI AMBON Jadi Strategi Baru Pemkot Antisipasi Ancaman Inflasi
Kodam Pattimura Gelar FGD, Pangdam Setop Sementara Pembangunan Waitomu
Pelayanan Feri Kacau, Tuhepaly Sentil Gubernur: Tak Mampu Kerja, Jangan Kerja!
54 Atlet Panjat Tebing Ambon Bakal Bersaing Rebut Tiket POPMAL 2027
Yayasan Manumata Rumah Cinta Gandeng RSUD Kota Ambon Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis bagi 150 Warga Lateri
Dukung Langkah Kodam XV/Pattimura, GEMA – MA Tekankan Penataan Yang Taat Hukum

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02 WIT

PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:32 WIT

SIKENDALI AMBON Jadi Strategi Baru Pemkot Antisipasi Ancaman Inflasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:44 WIT

Kodam Pattimura Gelar FGD, Pangdam Setop Sementara Pembangunan Waitomu

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:38 WIT

Pelayanan Feri Kacau, Tuhepaly Sentil Gubernur: Tak Mampu Kerja, Jangan Kerja!

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT