Wagub Abdullah Vanath dan Politik Pesan yang Gagal Dipahami

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 27 Juli 2025 - 03:42 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– Dalam setiap pernyataannya, Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath tidak hanya berbicara untuk hari ini. Ia menyampaikan pesan-pesan kebijakan yang sarat makna, terkadang simbolik, kadang pula kontekstual.

Namun, yang kerap terjadi adalah publik—termasuk sebagian akademisi, elite politik dan aktivis—gagal menangkap kedalaman makna tersebut. Alih-alih ditafsirkan secara bijak, pernyataan Vanath justru dipelintir, dipersempit, bahkan dijadikan alat untuk menyerangnya secara politis.

Vanath bukan sekadar birokrat biasa. Ia adalah politisi yang kenyang pengalaman, mantan bupati sukses, dan kini berada dalam posisi strategis sebagai Wakil Gubernur Maluku. Namun sayangnya, sebagian orang menilai sosoknya hanya dari permukaan. Mereka tidak membaca konteks di balik pernyataannya, tidak mengupas lapisan ide yang ia sampaikan, dan tidak mencoba memahami perspektif yang dibangun.

Baca Juga :  Dapat Kehormatan dari KAHMI, Refleksi Kepemimpinan Inklusif Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena

Akibatnya, ruang publik dipenuhi kritik yang prematur, reaktif, bahkan cenderung tendensius. Serangan terhadap Vanath seolah lahir bukan dari dialektika sehat, melainkan dari bias, asumsi, dan ketidakmampuan memahami narasi kepemimpinan yang berbeda dari kebanyakan.

Kita tentu tidak sedang mengatakan Vanath tanpa cela. Kritik adalah bagian sah dari demokrasi. Namun, kritik yang baik lahir dari pemahaman yang utuh.

Baca Juga :  Sinabar Huamual: Nafkah, Kehidupan, dan Pilihan Ekonomi Ribuan Warga Maluku

Jangan sampai, karena gagal memahami, kita justru menjadi pembunuh karakter yang membahayakan iklim politik dan kebijakan di Maluku.

Di titik inilah pentingnya kedewasaan berpikir. Masyarakat harus dibimbing untuk menilai secara jernih, bukan dengan emosi sesaat atau penggiringan opini yang sembrono. Setiap pemimpin punya gaya komunikasi yang khas. Gagal membacanya berarti gagal menangkap arah kebijakan yang ingin dibangun.

Maka dari itu, sebelum mengkritik, mari kita bertanya dulu: apakah kita benar-benar telah memahami apa yang ingin ia sampaikan?

Jika tidak, maka serangan yang kita lontarkan bisa jadi hanya cerminan dari kelemahan kita sendiri dalam memahami arah perubahan.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengukur Profesionalitas dan Kapasitas DPRD SBB: Tinggalkan Kantor, Tinggalkan Ibu Kota Kabupaten
Memilih Kader atau Mendorong Ketidak Pastian Elektoral Bagi Demokrat Maluku?
Sinabar Huamual: Nafkah, Kehidupan, dan Pilihan Ekonomi Ribuan Warga Maluku
Ketika “Pastori” Menjadi Simbol: Bahaya Menggeser Konflik Dua Negeri di Taniwel Bisa Jadi Lebih Ngeri
Gubernur Hendrik Lewerissa Dibiarkan Hadapi Badai Opini Sendirian, Mesin Birokrasi Pemprov Dimatikan
APBD Ratusan Miliar, SBB Kabupaten Terbesar Ketiga di Maluku Tapi Tidak Ada Kerja Sama Media – Publikasi Berantakan
Panglima Baru XV/Pattimura dan Isyarat Keras bagi Masa Depan Maluku
Lewerissa “Orno-kan” Vanath ?

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 05:42 WIT

Mengukur Profesionalitas dan Kapasitas DPRD SBB: Tinggalkan Kantor, Tinggalkan Ibu Kota Kabupaten

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:13 WIT

Memilih Kader atau Mendorong Ketidak Pastian Elektoral Bagi Demokrat Maluku?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 03:58 WIT

Sinabar Huamual: Nafkah, Kehidupan, dan Pilihan Ekonomi Ribuan Warga Maluku

Minggu, 13 September 2026 - 23:22 WIT

Ketika “Pastori” Menjadi Simbol: Bahaya Menggeser Konflik Dua Negeri di Taniwel Bisa Jadi Lebih Ngeri

Minggu, 13 September 2026 - 13:18 WIT

Gubernur Hendrik Lewerissa Dibiarkan Hadapi Badai Opini Sendirian, Mesin Birokrasi Pemprov Dimatikan

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT