Penyertaan Modal PT Tanimbar Energi Bikin Mantan Bupati KKT Ditahan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 20 November 2025 - 15:17 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– Kejaksaan Negeri Kepulauan Tanimbar resmi menetapkan sekaligus menahan mantan Bupati Kepulauan Tanimbar periode 2017–2022 berinisial PF sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyertaan modal kepada PT Tanimbar Energi, Kamis (20/11/2025). PF ditahan di Rutan Kelas IIA Ambon untuk 20 hari pertama.

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa 57 saksi, menelaah 98 dokumen, menyita sejumlah barang bukti elektronik, serta meminta keterangan para ahli. Dari rangkaian pemeriksaan tersebut, penyidik menyimpulkan PF memiliki kendali penuh dalam proses pencairan dana penyertaan modal ketika menjabat sebagai Bupati sekaligus RUPS PT Tanimbar Energi.

Kepala Kejaksaan Negeri KKT, Adi Imanuel Palebangan, menegaskan, langkah ini merupakan komitmen Kejaksaan dalam menegakkan hukum secara tegas, profesional, dan tanpa pandang bulu.

Baca Juga :  Setubuhi Anak di Bawah Umur, Enam Pria dan Satu Mucikari Ditangkap Polres SBB

Sementara Kasi Intel Kejari KKT, Garuda Cakti Vita Tama, menyatakan proses penyidikan dilakukan cermat dan objektif.

“Melalui standar pembuktian yang ketat, Tim Penyidik secara resmi menetapkan PF sebagai tersangka,” ujarnya.

Selama periode 2020–2022, PF menyetujui pencairan dana penyertaan modal senilai Rp 6,25 miliar meski PT Tanimbar Energi tidak memiliki dokumen wajib seperti RKAT, SOP, rencana bisnis, maupun audit akuntan publik.

Baca Juga :  A Year of Lives Lost to Diseases Science Has Yet to Tame

Dana tersebut juga ditemukan tidak digunakan sesuai peruntukan, melainkan dialihkan untuk kebutuhan operasional internal perusahaan, mulai dari gaji direksi, perjalanan dinas, pembelian perabot kantor, hingga kegiatan usaha bawang yang tidak berkaitan dengan sektor migas. Inspektorat KKT mencatat kerugian negara mencapai Rp 6,25 miliar.

Sebelumnya, dua pejabat PT Tanimbar Energi yakni Direktur Utama dan Direktur Keuangan, telah lebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka dan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Ambon.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Persempit Jalur Peredaran Narkoba, Dirresnarkoba Polda Maluku Pimpin Razia Gabungan di Pelabuhan Hitu
Aktivitas Pengolahan Emas Kembali Disorot, Polda Maluku dan Kodam Pattimura Diminta Buka Mata soal Gunung Botak
Oli Palsu Diduga Jadi Mainan, Kasus Pembunuhan Tak Terungkap, PMPI Maluku Desak Kapolres Bursel Dicopot
Rekening Fadel Rumakat Terima Transferan Rp75 Juta, Dugaan Pemerasan di Teluk Ambon; Publik Ingat Kontroversi “100 Ton Narkoba”
Surati Kapolda Maluku, Kuasa Hukum Soroti Lambannya Pengungkapan Kematian Fikram Heluth di Kawasan Tambang
Kasus Kematian Fikram Heluth, Pengacara Keluarga Desak Kapolda Maluku Evaluasi Penyidikan
Karhutla Sebulan Tak Tertangani, Warga Tutup Jalan Trans Seram di Pertigaan Saleman
Polresta Ambon Bantah Tudingan Anak 13 Tahun Dipaksa Tiru Tanda Tangan Tersangka

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:48 WIT

Persempit Jalur Peredaran Narkoba, Dirresnarkoba Polda Maluku Pimpin Razia Gabungan di Pelabuhan Hitu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:00 WIT

Aktivitas Pengolahan Emas Kembali Disorot, Polda Maluku dan Kodam Pattimura Diminta Buka Mata soal Gunung Botak

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:48 WIT

Oli Palsu Diduga Jadi Mainan, Kasus Pembunuhan Tak Terungkap, PMPI Maluku Desak Kapolres Bursel Dicopot

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:28 WIT

Rekening Fadel Rumakat Terima Transferan Rp75 Juta, Dugaan Pemerasan di Teluk Ambon; Publik Ingat Kontroversi “100 Ton Narkoba”

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:26 WIT

Surati Kapolda Maluku, Kuasa Hukum Soroti Lambannya Pengungkapan Kematian Fikram Heluth di Kawasan Tambang

Berita Terbaru