Laitupa Serukan Kewaspadaan Warga Hadapi Ancaman Banjir dan Longsor

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 03:37 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku,- Anggota DPRD Provinsi Maluku, Wahid Laitupa, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi musim penghujan guna mengantisipasi potensi bencana, seperti banjir dan tanah longsor.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul terjadinya bencana di sejumlah wilayah akibat hujan berintensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Menurut Laitupa, masyarakat memiliki peran penting dalam meminimalisir risiko bencana, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan genangan air maupun kawasan perbukitan yang berpotensi mengalami pergerakan tanah.

“Memasuki musim hujan, kita harus selalu waspada. Perhatikan kondisi lingkungan sekitar, khususnya bagi warga yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan longsor,” ujarnya dari Ambon, Selasa (05/05/2026).

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan tanda-tanda awal potensi bencana, seperti meningkatnya debit air secara tiba-tiba, munculnya retakan tanah, hingga pergeseran struktur bangunan.

“Jika tanda-tanda itu muncul, segera lakukan evakuasi sementara ke tempat yang lebih aman. Jangan menunggu hingga situasi memburuk,” tegasnya.

Selain itu, Laitupa mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran air dan memperparah banjir.

Ia menilai, langkah sederhana seperti kerja bakti membersihkan drainase secara rutin dapat membantu mengurangi risiko genangan saat hujan deras.

“Ini tanggung jawab bersama. Lingkungan yang bersih akan memperlancar aliran air dan menekan potensi banjir,” jelasnya.

Laitupa juga mendorong masyarakat untuk aktif memantau informasi cuaca dari instansi terkait serta memanfaatkan komunikasi di tingkat RT/RW atau desa guna saling berbagi informasi saat terjadi kondisi darurat.

Di sisi lain, ia mengingatkan para orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anak saat hujan, serta melarang mereka bermain di area berisiko seperti selokan, sungai, maupun lereng perbukitan.

“Keselamatan keluarga harus menjadi prioritas utama. Jangan lengah, karena bencana bisa terjadi kapan saja,” paparnya

Ia berharap, peningkatan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat dapat meminimalisir dampak cuaca ekstrem, sekaligus mendorong pemerintah daerah untuk terus memperkuat upaya mitigasi dan penanganan bencana di lapangan.*

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan
SIKENDALI AMBON Jadi Strategi Baru Pemkot Antisipasi Ancaman Inflasi
Kodam Pattimura Gelar FGD, Pangdam Setop Sementara Pembangunan Waitomu
Pelayanan Feri Kacau, Tuhepaly Sentil Gubernur: Tak Mampu Kerja, Jangan Kerja!
54 Atlet Panjat Tebing Ambon Bakal Bersaing Rebut Tiket POPMAL 2027
Yayasan Manumata Rumah Cinta Gandeng RSUD Kota Ambon Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis bagi 150 Warga Lateri
Dukung Langkah Kodam XV/Pattimura, GEMA – MA Tekankan Penataan Yang Taat Hukum

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02 WIT

PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:32 WIT

SIKENDALI AMBON Jadi Strategi Baru Pemkot Antisipasi Ancaman Inflasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:44 WIT

Kodam Pattimura Gelar FGD, Pangdam Setop Sementara Pembangunan Waitomu

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:38 WIT

Pelayanan Feri Kacau, Tuhepaly Sentil Gubernur: Tak Mampu Kerja, Jangan Kerja!

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT