Diam-diam Warga Dibayar Tutup Mulut? Saksi J Beberkan Kronologi Mencekam Dugaan Tewasnya Pratu Samuel

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026 - 12:33 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

TANIMBAR, TRENDING-MALUKU.COM, — Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Pratu Samuel Ebet Wuarlela Sangadji. Prajurit TNI yang bertugas di pos perbatasan itu ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan, dan hingga kini kebenaran di balik kematiannya masih menyisakan luka bagi mereka yang menantikan keadilan.

Di balik peristiwa berdarah yang terjadi pada Senin malam, 24 Agustus 2026, seorang saksi kunci berinisial J akhirnya memberanikan diri membuka suara. Kesaksiannya mengungkap fakta yang jauh lebih kelam dari sekadar insiden kecelakaan tunggal.

Dengan suara bergetar, J menuturkan bahwa malam nahas itu ia melihat keributan terjadi di sekitar pos. Rasa takut membuatnya tak berani mendekat.

Namun yang membuatnya semakin terpukul, ada pihak-pihak yang diduga berupaya membungkam mereka yang menyaksikan peristiwa tersebut.

“Pas malam itu saya lihat ada keributan di sekitar pos. Tapi saya tidak berani mendekat karena takut. Setelah itu ada yang datang dan menyuruh saya diam, jangan cerita ke siapa-siapa,” ujar J saat ditemui, Selasa (15/9/2026).

Pulang Lebih Awal, Petaka Dimulai
Menurut keterangan J, sebelum peristiwa terjadi, Samuel diketahui pergi minum bersama rekan-rekannya. Namun ia memilih pulang lebih awal, sekitar pukul 02.00 WITA. Tak ada yang menyangka, kepulangan itu justru menjadi awal dari rangkaian kekerasan yang merenggut nyawanya.

Baca Juga :  Polres Buru Serahkan Tersangka Penambangan Emas Ilegal ke Kejaksaan

Setibanya di pos, Samuel diduga langsung diancam oleh dua anggota yang disebut J terlibat dalam penyalahgunaan narkoba dan aktivitas perjudian. Situasi memanas seketika.

Samuel menjadi sasaran keroyokan di lokasi itu. Luka pada tangan dan kakinya diduga kuat akibat sayatan senjata tajam, sementara memar di punggungnya merupakan bekas hantaman tendangan dan pukulan bertubi-tubi.

Kekerasan Berlanjut di Dua Lokasi
Kengerian tak berhenti di pos. Kekerasan terhadap Samuel diduga berlanjut ke wilayah Long Midang. Ia kemudian dibawa ke Long Api dan kembali dianiaya. Wajahnya rusak parah. Luka di kepalanya, menurut J, bukan akibat benturan tak sengaja atau kecelakaan jatuh, melainkan ditimbulkan secara sengaja oleh pelaku.

Yang lebih membuat miris, motor milik Samuel sengaja dirusak. J menduga hal itu dilakukan guna menyamarkan jejak seolah-olah korban tewas karena kecelakaan biasa. Sebuah rekayasa yang, jika benar, menunjukkan upaya sistematis untuk menutupi kebenaran.

“Sempat ada warga lain yang melihat kejadian itu, tapi diduga dibayar untuk tutup mulut,” ungkap J menambahkan.

Detik-Detik Terakhir
Setelah mengalami penganiayaan berat, keberadaan Samuel akhirnya diketahui warga dari suara motornya. Seorang pria yang akrab disapa Benny sempat menjumpainya dalam kondisi masih bernapas. Namun tak lama kemudian, nyawa Samuel tidak tertolong.

Ia menghembuskan napas terakhirnya di Long Api, tak jauh dari jembatan. Warga yang berdatangan segera mengangkat jenazah ke bak mobil untuk dilarikan ke rumah sakit.

Harapan Akan Keadilan
Kematian Pratu Samuel meninggalkan pertanyaan besar. Jika benar ada upaya pembungkaman dan rekayasa, maka kasus ini bukan sekadar tindak pidana biasa, melainkan ujian bagi integritas penegakan hukum di lingkungan TNI.

Keluarga korban, rekan-rekan seperjuangan, dan masyarakat luas berharap kebenaran segera terungkap, dan mereka yang bertanggung jawab diadili tanpa pandang bulu.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Denpom, Propam TNI, maupun Komando Satgas Pamtas Yonif Parahyangan belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa ini. Keterangan dari saksi J masih menjadi satu-satunya gambaran yang tersedia, dan publik menantikan langkah tegas dari instansi terkait.

Catatan Redaksi
Berita ini disusun berdasarkan keterangan saksi warga berinisial J kepada keluarga. Pihak TNI dan instansi terkait berhak memberikan hak jawab sesuai ketentuan yang berlaku.

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Persempit Jalur Peredaran Narkoba, Dirresnarkoba Polda Maluku Pimpin Razia Gabungan di Pelabuhan Hitu
Aktivitas Pengolahan Emas Kembali Disorot, Polda Maluku dan Kodam Pattimura Diminta Buka Mata soal Gunung Botak
Oli Palsu Diduga Jadi Mainan, Kasus Pembunuhan Tak Terungkap, PMPI Maluku Desak Kapolres Bursel Dicopot
Rekening Fadel Rumakat Terima Transferan Rp75 Juta, Dugaan Pemerasan di Teluk Ambon; Publik Ingat Kontroversi “100 Ton Narkoba”
Surati Kapolda Maluku, Kuasa Hukum Soroti Lambannya Pengungkapan Kematian Fikram Heluth di Kawasan Tambang
Kasus Kematian Fikram Heluth, Pengacara Keluarga Desak Kapolda Maluku Evaluasi Penyidikan
Karhutla Sebulan Tak Tertangani, Warga Tutup Jalan Trans Seram di Pertigaan Saleman
Polresta Ambon Bantah Tudingan Anak 13 Tahun Dipaksa Tiru Tanda Tangan Tersangka

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:48 WIT

Persempit Jalur Peredaran Narkoba, Dirresnarkoba Polda Maluku Pimpin Razia Gabungan di Pelabuhan Hitu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:00 WIT

Aktivitas Pengolahan Emas Kembali Disorot, Polda Maluku dan Kodam Pattimura Diminta Buka Mata soal Gunung Botak

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:48 WIT

Oli Palsu Diduga Jadi Mainan, Kasus Pembunuhan Tak Terungkap, PMPI Maluku Desak Kapolres Bursel Dicopot

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:28 WIT

Rekening Fadel Rumakat Terima Transferan Rp75 Juta, Dugaan Pemerasan di Teluk Ambon; Publik Ingat Kontroversi “100 Ton Narkoba”

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:26 WIT

Surati Kapolda Maluku, Kuasa Hukum Soroti Lambannya Pengungkapan Kematian Fikram Heluth di Kawasan Tambang

Berita Terbaru

Trend Maluku

Bupati SBT Teken MoU Investasi Sagu di Forum Bisnis Sagu

Kamis, 5 Nov 2026 - 04:58 WIT