Masohi, Maluku– Kekecewaan terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan hutan Negeri Saleman, Kecamatan Seram Utara Barat, Kabupaten Maluku Tengah, diduga menjadi pemicu warga menutup akses jalan lintas Trans Seram di pertigaan Saleman, Sabtu (10/10/2026).
Aksi penutupan jalan itu ditandai dengan pemasangan sejumlah papan kayu berisi tulisan protes terhadap pemerintah daerah.
Salah satu papan bertuliskan, “Bupati turun baru blokir dibuka”. Sementara papan lainnya memuat ungkapan kekecewaan warga atas kondisi kebakaran yang hingga kini belum sepenuhnya tertangani.
Aksi tersebut mencerminkan keresahan masyarakat yang menghadapi kebakaran hutan dan lahan selama lebih dari satu bulan.
Warga menilai persoalan ini membutuhkan perhatian serius pemerintah daerah, mengingat api telah menghanguskan puluhan hektare kawasan hutan dan dusun milik masyarakat.
Selama ini, warga terpaksa berjibaku memadamkan api secara manual dengan peralatan seadanya.
Mereka khawatir kebakaran terus meluas dan merembet ke kawasan perkebunan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Medan yang sulit, cuaca panas, serta kondisi vegetasi yang mengering membuat upaya pemadaman menghadapi kendala.
Bahkan, bara yang masih tersimpan di dalam kawasan terbakar berpotensi memunculkan kembali titik api.
Salah seorang warga, Susan, saat dikonfirmasi pada Kamis (8/10/2026), mengungkapkan keprihatinannya atas kebakaran yang belum sepenuhnya teratasi.
- Persempit Jalur Peredaran Narkoba, Dirresnarkoba Polda Maluku Pimpin Razia Gabungan di Pelabuhan Hitu
- Aktivitas Pengolahan Emas Kembali Disorot, Polda Maluku dan Kodam Pattimura Diminta Buka Mata soal Gunung Botak
- Oli Palsu Diduga Jadi Mainan, Kasus Pembunuhan Tak Terungkap, PMPI Maluku Desak Kapolres Bursel Dicopot
Ia berharap pemerintah dan pihak terkait segera memberikan dukungan berupa personel serta peralatan pemadaman untuk membantu masyarakat.
“Kondisi ini membutuhkan perhatian serius karena kebakaran telah berlangsung cukup lama dan luas area yang terdampak terus bertambah,” harapnya.
Kebakaran yang berlangsung di tengah kondisi kemarau turut meningkatkan kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan kawasan hutan dan perkebunan.
Warga berharap hujan segera turun untuk membantu meredam bara yang masih tersisa sekaligus mengurangi risiko meluasnya kebakaran.
Penutupan jalan di pertigaan Saleman menjadi bentuk protes terbuka masyarakat di tengah tuntutan agar pemerintah daerah segera merespons persoalan tersebut.
Namun, belum diperoleh keterangan resmi mengenai respons pemerintah daerah maupun kepastian langkah penanganan lanjutan terhadap karhutla di kawasan itu.
Hingga berita ini disusun, informasi mengenai durasi penutupan jalan dan dampaknya terhadap arus lalu lintas belum terkonfirmasi.***














Komentar