Mengawal Meritokrasi, Wujudkan Maluku Maju dan Berintegritas

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 15 Agustus 2025 - 18:12 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– Meritokrasi bukan hanya slogan pemerintahan, melainkan arah baru yang menghadirkan janji fundamental, bahwa jabatan dan tanggung jawab dalam birokrasi harus diberikan berdasarkan kompetensi, integritas, dan hasil kerja, bukan karena kedekatan politik, relasi personal, atau konsesi kekuasaan. Kepada publik Maluku di hari pertama kerja, Gubernur Hendrik Lewerissa (5 Maret 2025) bahkan menandai titik awal niat ini. Aparatus Sipil Negara (ASN) diingatkan untuk menunjukkan kualitas kerja, bukan menjilat, dan promosi jabatan sudah tidak lagi berbasis suka atau tidak suka.

Meritokrasi diterjemahkan dalam Sapta Cita Lawamena, sebuah arah kebijakan lima tahun yang menempatkan perbaikan tata kelola publik, efisiensi anggaran, pembangunan SDM, teknologi, dan penghargaan kepada ASN berprestasi sebagai landasan pemerintahan. Akademisi seperti Paulus Koritelu mendukung pendekatan lelang terbuka dan uji kompetensi untuk menempatkan pimpinan OPD berdasarkan kapabilitas manajerial, bukan lobi atau politik lokal.

Dalam praktik, transformasi itu mulai terlihat lewat upaya reformasi birokrasi—lelang jabatan terbuka di lingkungan Pemprov Maluku meski hingga saat tulisan ini dibuat masih sedikit pendaftar. Revolusi budaya birokrasi ini memang lamban, dan banyak kritik menyebut bahwa belum ada perubahan struktur yang radikal dalam 100 hari pertama pemerintahan Gubernur–Wakil Gubernur. Sebuah refleksi dari Michael Young, bahwa meritokrasi seharusnya menjadikan usaha dan prestasi sebagai modal utama, bukan status sosial atau patronase.

Baca Juga :  Kawasan Jenderal Sudirman Ambon, dari Ganti Kerugian Tahun 70an hingga Aset Pemprov yang Terabaikan

Namun semangat reformasi itu tidak berhenti di bacaan kosong. Gubernur berhasil mengamankan dukungan pusat untuk pembangunan fasilitas kesehatan seperti stroke center di RSUP J. Leimena dan peralatan kateterisasi jantung untuk sejumlah rumah sakit Maluku. Ia juga melobi percepatan produksi Blok Masela dan kontrak Blok Migas Binaiya; mendorong perubahan status IAIN Ambon menjadi Universitas Islam Negeri — langkah-langkah yang menunjukkan kepemimpinan visioner di panggung regional.

Tanpa menafikan tantangan pelik seperti kemiskinan struktural, kesenjangan geografis antar pulau, ketimpangan pelayanan, stunting, dan infrastruktur yang memang sulit dituntas dalam waktu singkat. Pemerintah dalam catatan DPRD dan kebanyakan politisi lokal menunjukkan keberpihakan pemimpin yang tenang, strategis, dan rendah retorika, dengan fokus menciptakan ecosystem birokrasi berkualitas dan prioritas pembangunan berkeadilan.

Tetapi, kritik tidak menghilang. Beberapa elemen masyarakat menyebut 100 hari HL-AV sebagai periode tanpa hasil signifikan; resolusi konflik sosial seperti di Tial–Tulehu masih menjadi tantangan yang belum tuntas ditangani. Inilah pengingat bahwa harapan publik perlu disertai kinerja nyata dan terukur.

Baca Juga :  Dibalik Senyum Tipis Abdullah Vanath, "Ada Retak yang Terdengar"

Secara teoretis, meritokrasi bekerja sebagai katalis peningkatan kualitas pemerintahan publik, efisiensi anggaran, digitalisasi layanan, dan inovasi publik. ASN yang unggul bukan hanya mempercepat pembangunan, tapi juga memperkuat legitimasi sosial pemerintahan. Namun implementasinya harus bebas dari praktik balas jasa dan koncoisme, yang selama ini melemahkan sistem, mendorong proses transparan dan akuntabel sesuai norma meritokrasi bukan sekadar idealisme.

Sudah saatnya meritokrasi diperlakukan sebagai gerakan sosio birokratis yang terukur, perlu indikator terawasi: waktu pelayanan publik mengecil, efisiensi APBD meningkat, ASN berkompeten menjabat OPD penting, dan masyarakat mengawasi secara sadar. Tanpa itu, meritokrasi bisa lenyap di balik retorika politik, dan reformasi hanya jadi sandiwara.

Mengawal Meritokrasi, Wujudkan Maluku Maju dan Berintegritas adalah ajakan publik membangun pemerintahan Maluku yang tak sekadar retorik tapi terbangun lewat hasil nyata. Dengan transparansi, profesionalisme, dan inovasi, Maluku bisa jadi contoh tata pemerintahan daerah yang stabil, tangguh, dan inklusif. Dan inilah momentum untuk mengukir tata kelola berbasis merit dan kinerja sebagai pijakan baru masa depan.***

Redaksi: Muhammad Fahrul Kaisuku

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengukur Profesionalitas dan Kapasitas DPRD SBB: Tinggalkan Kantor, Tinggalkan Ibu Kota Kabupaten
Memilih Kader atau Mendorong Ketidak Pastian Elektoral Bagi Demokrat Maluku?
Sinabar Huamual: Nafkah, Kehidupan, dan Pilihan Ekonomi Ribuan Warga Maluku
Ketika “Pastori” Menjadi Simbol: Bahaya Menggeser Konflik Dua Negeri di Taniwel Bisa Jadi Lebih Ngeri
Gubernur Hendrik Lewerissa Dibiarkan Hadapi Badai Opini Sendirian, Mesin Birokrasi Pemprov Dimatikan
APBD Ratusan Miliar, SBB Kabupaten Terbesar Ketiga di Maluku Tapi Tidak Ada Kerja Sama Media – Publikasi Berantakan
Panglima Baru XV/Pattimura dan Isyarat Keras bagi Masa Depan Maluku
Lewerissa “Orno-kan” Vanath ?

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 05:42 WIT

Mengukur Profesionalitas dan Kapasitas DPRD SBB: Tinggalkan Kantor, Tinggalkan Ibu Kota Kabupaten

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:13 WIT

Memilih Kader atau Mendorong Ketidak Pastian Elektoral Bagi Demokrat Maluku?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 03:58 WIT

Sinabar Huamual: Nafkah, Kehidupan, dan Pilihan Ekonomi Ribuan Warga Maluku

Minggu, 13 September 2026 - 23:22 WIT

Ketika “Pastori” Menjadi Simbol: Bahaya Menggeser Konflik Dua Negeri di Taniwel Bisa Jadi Lebih Ngeri

Minggu, 13 September 2026 - 13:18 WIT

Gubernur Hendrik Lewerissa Dibiarkan Hadapi Badai Opini Sendirian, Mesin Birokrasi Pemprov Dimatikan

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT