Kawasan Jenderal Sudirman Ambon, dari Ganti Kerugian Tahun 70an hingga Aset Pemprov yang Terabaikan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 14 Oktober 2025 - 05:24 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kawasan jalan Jenderal Sudirman (Foto 2023 Berita Beta) Saat dilakukan eksekusi lahan.*

Kawasan jalan Jenderal Sudirman (Foto 2023 Berita Beta) Saat dilakukan eksekusi lahan.*

Ambon, Maluku— Tanah di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, membentang dari kawasan Jembatan Wairuhu (Galala) hingga Batu Merah, menyimpan kisah panjang tentang sejarah pengalihan hak dan pengelolaan aset negara di Kota Ambon. Berdasarkan dokumen resmi, kawasan strategis tersebut telah melalui proses pembebasan dan ganti rugi sejak tahun 1979, yang kemudian ditetapkan sebagai aset milik Pemerintah Provinsi Maluku.

Catatan ganti kerugian tertanggal 7 Agustus 1979 mencatat sedikitnya 115 nama penerima ganti rugi atas lahan di sepanjang kawasan itu. Di antara mereka terdapat sejumlah tokoh masyarakat pada masanya seperti mendiang Rudi Anwar, Fredi Siha, Johanda Molle, Kolonel Pieters, hingga Chame Soissa. Setiap penerima mendapatkan kompensasi dengan nilai dan luas tanah yang bervariasi, sesuai dengan hasil pendataan dan penilaian pemerintah saat itu.

Proses pembebasan tanah tersebut menjadi dasar hukum yang mengukuhkan status kepemilikan lahan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman sebagai aset negara di bawah penguasaan Pemerintah Provinsi Maluku. Arsip resmi mencatat bahwa dokumen pembebasan ditandatangani oleh sejumlah pejabat penting, antara lain H.W. Tuturiama selaku Kepala Agraria Provinsi Maluku I, Drs. D.G. Far Far sebagai Kepala Biro Pemerintahan Kantor Gubernur Maluku, serta perwakilan lintas instansi seperti G. Man Sama dari Dinas Pekerjaan Umum Dati I Maluku, R. Kaplale dari Dinas Pertanian, Dr. J.P. Nanlohi selaku Camat Pulau Ambon, Z. Mehan dari Pemerintah Kampung Pandan Kasturi, A. Nurlete dari Pemerintah Negeri Batu Merah, dan Abdullah Gani Abdullah sebagai Sekretaris Perinitis/Penitis.

Baca Juga :  Marwah Polri Runtuh di Maluku, SDM Polda Gagal Jalankan Mandat

Berdasarkan Peta Situasi Nomor 09/1993, total luas tanah yang tercatat dalam penguasaan Pemerintah Provinsi Maluku mencapai 115.450 meter persegi, berada di wilayah administratif Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Sejumlah bagian dari kawasan tersebut, termasuk lahan yang sebelumnya dimiliki Kolonel Pieters, telah resmi diganti rugi dan menjadi bagian dari aset negara.

Kini, kawasan Jalan Jenderal Sudirman menjelma menjadi jalur utama dengan aktivitas ekonomi yang padat dan geliat pembangunan yang pesat. Nilai strategis kawasan ini menjadikannya pusat perhatian dalam konteks tata ruang kota maupun potensi investasi. Namun, di balik perkembangan tersebut, muncul pertanyaan besar mengenai kejelasan dan penertiban status hukum aset negara yang pernah dibebaskan secara sah puluhan tahun lalu.

Dengan adanya bukti administratif yang lengkap, tanggung jawab kini berada di tangan Pemerintah Provinsi Maluku untuk memastikan bahwa seluruh aset negara di kawasan tersebut tetap terlindungi, terdata, dan dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kepentingan publik dan pembangunan daerah buka untuk kepentingan orang perorang.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengukur Profesionalitas dan Kapasitas DPRD SBB: Tinggalkan Kantor, Tinggalkan Ibu Kota Kabupaten
Memilih Kader atau Mendorong Ketidak Pastian Elektoral Bagi Demokrat Maluku?
Sinabar Huamual: Nafkah, Kehidupan, dan Pilihan Ekonomi Ribuan Warga Maluku
Ketika “Pastori” Menjadi Simbol: Bahaya Menggeser Konflik Dua Negeri di Taniwel Bisa Jadi Lebih Ngeri
Gubernur Hendrik Lewerissa Dibiarkan Hadapi Badai Opini Sendirian, Mesin Birokrasi Pemprov Dimatikan
APBD Ratusan Miliar, SBB Kabupaten Terbesar Ketiga di Maluku Tapi Tidak Ada Kerja Sama Media – Publikasi Berantakan
Panglima Baru XV/Pattimura dan Isyarat Keras bagi Masa Depan Maluku
Lewerissa “Orno-kan” Vanath ?

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 05:42 WIT

Mengukur Profesionalitas dan Kapasitas DPRD SBB: Tinggalkan Kantor, Tinggalkan Ibu Kota Kabupaten

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:13 WIT

Memilih Kader atau Mendorong Ketidak Pastian Elektoral Bagi Demokrat Maluku?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 03:58 WIT

Sinabar Huamual: Nafkah, Kehidupan, dan Pilihan Ekonomi Ribuan Warga Maluku

Minggu, 13 September 2026 - 23:22 WIT

Ketika “Pastori” Menjadi Simbol: Bahaya Menggeser Konflik Dua Negeri di Taniwel Bisa Jadi Lebih Ngeri

Minggu, 13 September 2026 - 13:18 WIT

Gubernur Hendrik Lewerissa Dibiarkan Hadapi Badai Opini Sendirian, Mesin Birokrasi Pemprov Dimatikan

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT