Ambon, Maluku– Kunjungan kerja Menteri Agama Republik Indonesia ke Kota Ambon, yang akan berlangsung pada Jumat, 16 Januari 2026, bakal dijadikan sebagai agenda strategis untuk memperkuat sistem layanan keagamaan dan pendidikan di Maluku.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Maluku, Yamin, menyatakan sejak awal pihaknya bakal mengawal substansi kunjungan ini pada kebijakan konkret dan penguatan sistem yang sudah berjalan mulai dari pemerataan layanan di wilayah kepulauan hingga penguatan kelembagaan pendidikan dan keagamaan.
“Kami fokus menyiapkan substansi kunjungan. Yang terpenting adalah bagaimana kehadiran Menteri Agama di Maluku ini dapat melahirkan kebijakan konkret dan memperkuat sistem yang sudah berjalan,” ujar Yamin kepada Tajukmaluku.com, Kamis (15/1/2026).
Menurutnya, salah satu prioritas yang akan dikawal adalah percepatan pembangunan infrastruktur layanan keagamaan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), khususnya Kabupaten Maluku Barat Daya. Pemerintah daerah telah menghibahkan lahan, sementara usulan pembangunan diproses melalui mekanisme nasional.
“Sekarang prosesnya berada pada tahap persetujuan lintas kementerian, termasuk Bappenas dan Presiden. Ini membutuhkan konsistensi, koordinasi, dan kerja administratif yang tidak singkat. Dan itu yang sedang kami fokuskan,” kata Yamin.
Kanwil Kemenag Maluku juga menaruh perhatian pada penguatan struktur organisasi layanan keagamaan di daerah yang belum optimal, seperti Kabupaten Kepulauan Aru dan Kota Tual.
“Di sana terdapat umat dalam jumlah besar, tetapi belum tersedia unit pelayanan yang representatif. Karena itu, kedatangan Pak Menteri ini jadi kesempatan bagi kami untuk terus mengawal usulan ini di tingkat pusat,” ujar Yamin.
Selain itu, bidang pendidikan tinggi keagamaan juga masuk agenda. Kanwil Kemenag Maluku mendorong upaya menghidupkan kembali Universitas Darussalam Ambon sebagai simbol sejarah pendidikan dan kerukunan umat beragama di Maluku.
“Kami memilih bekerja dalam dialog, pembinaan, dan solusi kelembagaan. Fokusnya keberlanjutan pendidikan dan manfaatnya bagi generasi muda,” katanya.
Yamin menegaskan seluruh agenda tersebut dijalankan dalam kerangka sistem nasional, pengawasan berjenjang, dan tata kelola birokrasi yang terukur.
“Kami tidak bekerja dengan logika reaktif, tetapi dengan perencanaan, mekanisme, dan tanggung jawab institusional. Fokus kami adalah memastikan pelayanan keagamaan dan pendidikan berjalan stabil, adil, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kunjungan Menteri Agama ke Ambon menjadi momentum memperkuat koordinasi pusat–daerah dan mempercepat keputusan strategis yang membutuhkan dukungan lintas kementerian.
“Kami ingin kunjungan ini menghasilkan penguatan sistem, ini momentum strategis par Maluku pung bae” tegasnya.
Kanwil Kemenag Maluku berharap kunker Menteri Agama ke Ambon menjadi titik tolak penguatan layanan keagamaan dan pendidikan di kawasan timur Indonesia, sekaligus menegaskan kerja institusional yang konsisten dan terukur.***






































































Discussion about this post