Saumlaki, Maluku- Menjelang pelaksanaan Musyawarah Komisariat Cabang (Muskomcab) Pemuda Katolik Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), dinamika internal organisasi mulai menghangat. Sejumlah figur dinilai layak tampil sebagai pemimpin baru, salah satunya Petrus Balak alias Bung Pice.
Tokoh pemuda Kepulauan Tanimbar, Irwan Salembun, menilai Pemuda Katolik Komcab KKT membutuhkan pemimpin yang tidak hanya dikenal secara personal, tetapi juga memiliki integritas, visi jelas, serta kemampuan membangun kolaborasi lintas sektor di tengah tantangan kepemudaan yang semakin kompleks.
Menurut Irwan, Petrus Balak memiliki kapasitas visioner yang mampu membaca arah perubahan zaman. Hal itu tercermin dari kemampuannya menyusun gagasan dan program yang adaptif terhadap kebutuhan pemuda masa kini, mulai dari pengembangan ekonomi kreatif, pemanfaatan teknologi digital, kewirausahaan, hingga advokasi sosial.
“Pemuda Katolik butuh pemimpin yang tidak berjalan di tempat, tetapi mampu mengarahkan organisasi agar relevan dengan tantangan zaman,” ujar Irwan kepada wartawan, Rabu (28/1/2026).
Selain visi, pengalaman organisasi juga menjadi pertimbangan utama. Irwan menyebut Petrus Balak bukan figur baru dalam dunia organisasi, karena telah aktif sejak tingkat mahasiswa hingga kepemudaan. Pengalaman tersebut dinilai penting dalam mengelola dinamika internal organisasi secara bijaksana.
Ia juga menilai Petrus Balak sebagai sosok yang inklusif dan mampu merangkul seluruh elemen pemuda tanpa sekat golongan. “Ia tidak elitis dan tidak berpihak pada kelompok tertentu. Justru mampu menjadi pengikat antar komunitas pemuda,” katanya.
Dekat Akar Rumput dan Mengedepankan Kolaborasi
Kedekatan dengan akar rumput menjadi nilai tambah tersendiri. Petrus Balak disebut tidak hanya aktif di lingkaran elit organisasi, tetapi juga dikenal di kalangan pemuda, komunitas kreatif, serta lingkungan gereja. Kedekatan tersebut membuatnya peka terhadap persoalan riil yang dihadapi pemuda di Kepulauan Tanimbar.
Di sisi lain, gaya kepemimpinannya dinilai lebih mengedepankan kolaborasi dibanding konfrontasi. Ia disebut memiliki komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah, DPRD, lembaga keagamaan, hingga dunia usaha, guna menghadirkan program-program konkret bagi Pemuda Katolik.
Harapan Jelang Muskomcab
Irwan menegaskan, Pemuda Katolik Komcab KKT membutuhkan figur pemimpin muda yang tidak hanya aktif dan cerdas, tetapi juga memiliki rekam jejak moral yang baik serta komitmen kuat terhadap pemberdayaan pemuda.
“Pemuda adalah harapan bangsa. Harapan itu membutuhkan nahkoda yang tepat,” pungkasnya.
Ia pun menyampaikan harapan agar Muskomcab Pemuda Katolik Kabupaten Kepulauan Tanimbar dapat berlangsung dengan baik, mengusung semangat tema “Bangkit dan Berjalan Bersama Menuju Bonum Commune”. (TM.01)






































































Discussion about this post