TANIMBAR, Trending-Maluku.com, – Di tengah hiruk-pikuk politik nasional, seorang tokoh masyarakat Kepulauan Tanimbar, Jems Masela, melontarkan kritik terbuka yang menghentak. Dengan nada tegas, ia mempertanyakan langsung kepada Presiden RI dan Kepala Kejaksaan Agung terkait kelanjutan kasus dugaan korupsi Utang Pihak Ketiga (UP3) yang nilainya fantastis, lebih dari Rp200 miliar.
“Kami tanyakan secara gamblang: penanganan kasus UP3 ini kini sudah sampai di titik mana?” ujar Jems di Saumlaki, Senin (28/7).
Menurutnya, masyarakat Indonesia, khususnya warga Tanimbar, sudah berada di titik jenuh. “Yang kami dengar hanya rangkaian pernyataan penuh janji, tapi langkah nyata tak kunjung terlihat. Rakyat bosan dengan retorika,” tegasnya.
Kritik ini menjadi sorotan karena Jems tidak hanya mempertanyakan proses hukum, tetapi juga menyinggung adanya indikasi kemandekan yang disengaja. Ia menduga ada kepentingan kelompok tertentu yang menghambat proses pengusutan tuntas kasus yang merugikan negara tersebut.
Jems menuntut transparansi total dari Kejaksaan Agung. “Jika memang tidak sanggup atau tidak bisa menindaklanjuti dengan adil, katakan secara jujur. Jangan membuat rakyat terus berharap pada kata-kata yang tak pernah terwujud,” cetusnya.
Kasus UP3 Kabupaten Kepulauan Tanimbar sendiri telah bergulir cukup lama, namun publik menilai prosesnya berjalan tanpa kepastian. Kerugian negara yang ditaksir lebih dari Rp200 miliar dinilai bukan angka kecil, sehingga penanganannya harus menjadi prioritas.
Jems menutup pernyataannya dengan pesan moral yang keras: “Keadilan tidak boleh ditawar, hukum tidak boleh tertunda hanya karena kepentingan kelompok tertentu. Kami menuntut semua pihak yang terlibat diproses tanpa pandang bulu.”
Hingga berita ini diterbitkan, Kejaksaan Agung maupun pihak Istana belum memberikan respons resmi atas kritik terbuka yang dilayangkan Jems Masela.





































































Discussion about this post