Ambon, Maluku,- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menyatakan komitmennya mendukung pelaksanaan Konferensi Wilayah Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Maluku yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.
Dukungan akan diberikan sesuai kemampuan keuangan daerah, dengan tetap mengedepankan partisipasi aktif pemerintah dalam menyukseskan agenda organisasi perempuan Islam tersebut.
Komitmen itu disampaikan Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, saat menerima audiensi pengurus Muslimat NU Provinsi Maluku di Balai Kota Ambon, Rabu (29/7/2026).
Ely menegaskan, meski kondisi fiskal daerah masih terbatas, Pemkot Ambon tetap berupaya hadir mendukung berbagai kegiatan kemasyarakatan, termasuk Konferensi Wilayah Muslimat NU.
“Organisasi perempuan seperti Muslimat NU memiliki peran strategis, tidak hanya dalam memperkuat kelembagaan organisasi, tetapi juga melalui berbagai kegiatan sosial yang dapat bersinergi dengan program-program pemerintah,” ujar Ely.
Sebagai bentuk dukungan, Pemkot Ambon akan melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terutama Dinas Komunikasi dan Informatika, untuk membantu publikasi kegiatan.
Dukungan tersebut meliputi pemasangan baliho atau papan reklame ucapan selamat datang kepada Ketua Umum Muslimat NU yang juga menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi.
Selain itu, Ely meminta jajaran teknis menyiapkan materi publikasi dan susunan acara agar seluruh rangkaian konferensi dapat dipromosikan secara maksimal.
Ia juga membuka peluang dukungan lain sesuai mekanisme administrasi yang berlaku. Untuk itu, pengurus Muslimat NU diminta menyampaikan surat resmi beserta proposal kegiatan kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon agar dapat diproses melalui OPD terkait.
Dalam audiensi tersebut, Ely mengapresiasi berbagai program Muslimat NU yang dinilai memberi kontribusi nyata terhadap penyelesaian persoalan sosial, mulai dari pendampingan balita stunting hingga pembinaan pelaku usaha mikro dan kecil.
Menurutnya, pengembangan usaha berbasis rumah tangga, seperti industri makanan ringan dan usaha kecil lainnya, perlu terus didorong karena mampu memperkuat perekonomian keluarga sekaligus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Pemkot Ambon, lanjut Ely, juga terus mempermudah pelaku usaha mikro dalam mengurus legalitas usaha, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB), sehingga dapat mengakses berbagai program bantuan pemerintah, seperti bantuan permodalan, penyediaan etalase, maupun sarana pendukung usaha lainnya.
Di sisi lain, Ely mengingatkan bahwa September merupakan bulan dengan agenda pemerintahan yang cukup padat karena bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Provinsi Maluku dan Hari Ulang Tahun Kota Ambon. Karena itu, ia berharap seluruh pihak dapat menyelaraskan jadwal agar pelaksanaan Konferensi Wilayah Muslimat NU tetap berjalan lancar.
“Perhatian pemerintah terhadap kegiatan masyarakat tidak selalu diukur dari besarnya bantuan yang diberikan. Yang paling penting adalah partisipasi dan kehadiran pemerintah dalam mendukung setiap kegiatan masyarakat,” tegasnya.*





































































Discussion about this post