KNPI SBB Sentil Alfamidi: Menolak Boleh, Mengumbar Dokumen itu Tidak Etis

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2026 - 14:04 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Piru, Maluku– Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menyoroti sikap PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) Cabang Ambon dalam polemik proposal kegiatan Tim Penggerak PKK Kabupaten SBB yang belakangan menjadi perbincangan publik.

Ketua Karateker DPD KNPI SBB, Muhammad Fahrul Kaisuku, Senin (27/07) menegaskan bahwa setiap perusahaan memiliki hak untuk menerima maupun menolak proposal yang diajukan oleh lembaga, organisasi, maupun kelompok masyarakat.

Namun, menurutnya, proses tersebut harus tetap dijalankan dengan mengedepankan etika dan penghormatan terhadap pihak yang mengajukan permohonan.

“Menolak proposal adalah hak perusahaan. Tidak ada yang mempersoalkan itu. Tetapi mengumbar dokumen atau administrasi permohonan ke ruang publik merupakan tindakan yang tidak etis dan patut disesalkan,” ujar Fahrul.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul klarifikasi PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) Cabang Ambon terkait pemberitaan mengenai proposal kegiatan TP-PKK Kabupaten SBB yang mengaitkan nama perusahaan tersebut.

Baca Juga :  Atlet Silat Aman, Gubernur & BPJS Hadirkan Jaminan Sosial Dalam Event Gubernur CUP II 

Melalui Corporate Communication Alfamidi Cabang Ambon, Fathul Rahman, menyatakan perlu memberikan penjelasan agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan terverifikasi.

Dalam keterangannya sebagaimana dikutip dari berbagai media online, Alfamidi menegaskan tidak pernah memberikan dukungan dalam bentuk apa pun terhadap kegiatan yang tercantum dalam proposal tersebut.

“Alfamidi tidak pernah memberikan dukungan dalam bentuk apapun terhadap kegiatan yang disebutkan dalam proposal tersebut,” kata Fathul Rahman.

Meski demikian, KNPI SBB menilai klarifikasi perusahaan tidak seharusnya diiringi dengan penyebarluasan dokumen atau informasi administrasi yang berpotensi menimbulkan persepsi negatif terhadap pihak pemohon.

Menurut Fahrul, proposal merupakan instrumen komunikasi formal yang lazim digunakan oleh organisasi kemasyarakatan, lembaga sosial, organisasi kepemudaan maupun institusi pemerintah dalam membangun kemitraan dengan dunia usaha.

Karena itu, dokumen tersebut semestinya diperlakukan secara profesional dan penuh penghormatan.

“Hubungan dunia usaha dengan masyarakat harus dibangun di atas prinsip saling menghargai. Proposal adalah bentuk komunikasi kelembagaan yang sah. Jika tidak dapat dipenuhi, cukup disampaikan secara profesional tanpa harus menjadi konsumsi publik,” tegasnya.

KNPI SBB juga mengingatkan bahwa polemik semacam ini berpotensi menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu di tengah masyarakat.

Karena itu, perusahaan-perusahaan yang beroperasi di daerah diharapkan lebih bijak dalam mengelola komunikasi publik agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun ketegangan sosial.

Fahrul menambahkan, Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat perlu memberikan perhatian terhadap pola hubungan antara dunia usaha dan masyarakat lokal agar tetap berjalan dalam koridor kemitraan yang sehat dan saling menghormati.

“Yang dibutuhkan daerah adalah kolaborasi yang baik antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Karena itu, etika komunikasi harus dijaga oleh semua pihak agar tidak menimbulkan polemik yang berpotensi memecah kebersamaan masyarakat Saka Mese Nusa,” pungkasnya.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIT

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Berita Terbaru