Piru, Maluku – Camat Taniwel Timur, Thomas Andre Mawene, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) di bawah kepemimpinan Bupati Asri Arman yang dinilainya berhasil memperjuangkan berbagai program pembangunan melalui lobi dan komunikasi intensif dengan sejumlah kementerian di Jakarta.
Menurut Mawene, upaya tersebut telah membuahkan hasil nyata berupa dukungan anggaran infrastruktur dari pemerintah pusat yang nilainya mencapai lebih dari Rp80 miliar untuk mendukung pembangunan sektor pertanian, perkebunan, dan infrastruktur sumber daya air di Kabupaten Seram Bagian Barat.
Ia mengatakan, keberhasilan pemerintah daerah memperoleh dukungan anggaran di tengah kondisi fiskal daerah yang masih terbatas merupakan capaian yang layak diapresiasi oleh seluruh elemen masyarakat.
“Di tengah situasi ekonomi dan fiskal yang tidak mudah, pemerintah daerah mampu menghadirkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Ini menunjukkan adanya kerja nyata dan keseriusan dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Seram Bagian Barat,” kata Mawene, Sabtu (08/08).
Ia menjelaskan, salah satu manfaat langsung dari keberhasilan tersebut dirasakan oleh masyarakat Kecamatan Taniwel Timur yang memperoleh alokasi sekitar Rp16 miliar untuk mendukung pembangunan infrastruktur perairan dan kawasan perkebunan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan infrastruktur tersebut akan memperkuat sektor pertanian dan perkebunan yang selama ini menjadi sumber utama penghidupan masyarakat di wilayah Taniwel Timur.
Mawene menilai berbagai pandangan yang cenderung menyudutkan pemerintah daerah perlu disikapi secara objektif dengan melihat fakta-fakta pembangunan yang sedang berjalan.
Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dalam demokrasi, namun masyarakat juga harus melihat hasil kerja yang telah dicapai pemerintah.
“Logikanya sederhana, jika pemerintah daerah tidak bekerja dan tidak melakukan komunikasi dengan kementerian, maka dukungan anggaran itu tidak mungkin datang dengan sendirinya. Karena itu masyarakat perlu melihat persoalan secara utuh dan berdasarkan fakta, bukan sekadar opini atau penilaian emosional,” ujarnya.
Selain mengapresiasi keberhasilan pemerintah daerah memperjuangkan anggaran pembangunan, Mawene juga menilai gerakan Tim Penggerak PKK Kabupaten Seram Bagian Barat saat ini telah menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurut dia, di bawah kepemimpinan Ketua TP PKK Kabupaten SBB, Rosbayani Asri, berbagai program pemberdayaan masyarakat terus digerakkan, termasuk penguatan UMKM dan pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Salah satu program yang mendapat perhatian langsung adalah pengembangan usaha minyak kayu putih di Desa Hatunuru, Kecamatan Taniwel Timur.
Mawene menjelaskan, selama puluhan tahun hamparan pohon kayu putih yang tumbuh alami di sekitar Danau Tapala dan kawasan hutan Desa Hatunuru hanya menjadi bagian dari bentang alam tanpa memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi masyarakat.
Berangkat dari keinginan membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa, pihak kecamatan kemudian mendorong pemanfaatan potensi kayu putih sebagai usaha produktif berbasis sumber daya alam lokal.
“Kekayaan alam tidak boleh hanya menjadi pemandangan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Potensi tersebut harus mampu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat yang hidup di sekitarnya,” kata Mawene.
Sebagai langkah awal, pihak kecamatan membeli daun kayu putih hasil panen masyarakat untuk diuji melalui proses penyulingan di Desa Kawa. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kualitas minyak yang dihasilkan sekaligus mengukur potensi pengembangan usaha minyak kayu putih secara berkelanjutan.
“Dengan pengelolaan yang tepat, potensi alam dapat menjadi sumber penghidupan baru bagi masyarakat. Kayu putih memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan dan permintaan pasar yang terus ada. Tugas kita adalah mengelolanya agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.
Keseriusan pengembangan usaha masyarakat itu kemudian mendapat perhatian dari Ketua TP PKK Kabupaten Seram Bagian Barat yang turun langsung meninjau lokasi pengembangan usaha minyak kayu putih di Desa Hatunuru.
Dalam kunjungan tersebut, Rosbayani Asri menyatakan komitmennya untuk membantu masyarakat melalui pemberian dua unit ketel penyulingan minyak kayu putih agar warga memiliki sarana produksi sendiri.
Bantuan tersebut disambut positif oleh masyarakat dan pemerintah kecamatan karena dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun usaha ekonomi desa yang berkelanjutan.
“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Seram Bagian Barat atas perhatian dan komitmennya. Bantuan dua unit ketel penyulingan ini bukan hanya bantuan peralatan, tetapi bukti nyata keberpihakan terhadap tumbuhnya ekonomi masyarakat desa,” ungkap Mawene.
KNPI SBB: Masyarakat Perlu Menilai Pemerintah Secara Objektif
Ketua DPD KNPI Kabupaten Seram Bagian Barat, Muhammad Fahrul Kaisuku, menilai Pemerintah Kabupaten SBB saat ini tengah berjuang menghadirkan pembangunan di tengah berbagai keterbatasan yang dihadapi daerah.
Menurut Fahrul, keberhasilan memperoleh dukungan anggaran puluhan miliar rupiah dari pemerintah pusat merupakan indikator bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam, melainkan terus bergerak memperjuangkan kebutuhan masyarakat.
“Kita harus jujur melihat fakta yang ada. Daerah dengan kemampuan fiskal terbatas tentu tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Karena itu, kemampuan pemerintah daerah membangun komunikasi dengan pemerintah pusat hingga menghadirkan dukungan anggaran lebih dari Rp80 miliar merupakan capaian yang patut diapresiasi,” kata Fahrul.
Ia menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Namun kritik tersebut harus dibangun berdasarkan data dan fakta agar tidak berubah menjadi opini yang menyesatkan publik.
Menurutnya, masyarakat perlu memberikan ruang kepada pemerintah untuk bekerja sekaligus mengawasi jalannya pembangunan secara konstruktif.
“Kita boleh berbeda pandangan, tetapi jangan menutup mata terhadap hasil kerja yang ada. Ketika ada anggaran pembangunan yang berhasil diperjuangkan, ketika ada program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berjalan, maka itu juga harus diakui sebagai bagian dari proses pembangunan daerah,” ujarnya.
Fahrul juga mengapresiasi langkah TP PKK Kabupaten SBB yang dinilainya mulai menyentuh langsung kebutuhan masyarakat melalui program-program pemberdayaan ekonomi dan pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, TP PKK, organisasi kepemudaan, dan masyarakat terus diperkuat agar potensi-potensi ekonomi yang dimiliki Seram Bagian Barat dapat berkembang menjadi sumber kesejahteraan baru bagi masyarakat.
“Yang dibutuhkan daerah saat ini adalah kolaborasi. Pemerintah bekerja, masyarakat mendukung, pemuda mengawal dan memberikan masukan. Dengan cara itu, pembangunan akan berjalan lebih cepat dan manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Seram Bagian Barat,” pungkasnya.***






































































Discussion about this post