Ambon, Maluku,- Kondisi proyek pembangunan jalan lapen ruas Tahalupu–Tihu di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menjadi sorotan.
Pasalnya, jalan yang dibiayai dengan anggaran miliaran rupiah itu dilaporkan mengalami kerusakan parah dan belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah titik jalan rusak, tergerus, dan tidak layak dilalui secara maksimal. Kondisi ini dinilai tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang telah dikucurkan.
Ketua LSM Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia Provinsi Maluku, M. Alwi Rumadan, menilai proyek tersebut patut diduga bermasalah dan harus segera ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum.
“Dengan anggaran sebesar itu, hasilnya seharusnya bisa dinikmati masyarakat. Kondisi yang ada saat ini menimbulkan dugaan adanya penyimpangan,” ujarnya, dalam rilis yang diterima media ini, Senin (04/05/2026).
Ia mendesak Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Maluku untuk segera memanggil dan memeriksa pihak-pihak terkait, termasuk kontraktor pelaksana dan mantan Kepala Dinas PUPR Kabupaten SBB.
Menurutnya, langkah cepat diperlukan agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut dan memberikan kepastian hukum.
Selain itu, pihaknya juga berencana menggelar aksi demonstrasi di Polda Maluku dalam waktu dekat. Aksi tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menyerahkan laporan resmi terkait dugaan penyimpangan proyek.
“Kami akan menyampaikan laporan secara resmi dan mendesak agar kasus ini segera diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Rumadan menambahkan, pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara harus diperketat agar setiap proyek pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Ini uang rakyat, sehingga hasilnya harus kembali dirasakan oleh rakyat dalam bentuk pembangunan yang berkualitas,” pungkasnya.*







































































Discussion about this post