Tuhepaly: Dok Perkapalan Waiyame Jangan Terus Jadi Aset Tidur Milik Daerah

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 2 September 2026 - 08:22 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku — Pemerhati Kebijakan Publik, Drs. Darul Kutni Tuhepaly, menyoroti kondisi PT Dok Perkapalan Waiyame yang dinilainya belum mampu berperan optimal sebagai salah satu aset strategis milik Pemerintah Provinsi Maluku. Padahal, fasilitas dok kapal yang berada di Pulau Ambon tersebut memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan sektor maritim dan perekonomian daerah.

Menurut Tuhepaly, keberadaan PT Dok Perkapalan Waiyame seharusnya menjadi pusat layanan perawatan dan perbaikan kapal di Maluku. Namun kenyataannya, banyak kapal yang beroperasi di wilayah Maluku masih memilih melakukan docking di Surabaya, Makassar maupun Bitung.

“Ini menjadi ironi. Kita memiliki fasilitas dok kapal sendiri, tetapi belum mampu menjadi pilihan utama bagi kapal-kapal yang beroperasi di Maluku,” kata Tuhepaly di Ambon, Selasa (1/9/2026).

Ia menilai terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan perusahaan daerah tersebut belum berkembang secara maksimal. Salah satunya adalah tata kelola yang dinilai belum sepenuhnya menerapkan prinsip-prinsip bisnis profesional.

Selain itu, minimnya promosi dan strategi pemasaran membuat kemampuan layanan PT Dok Perkapalan Waiyame kurang dikenal oleh perusahaan pelayaran. Kondisi peralatan yang membutuhkan modernisasi juga disebut menjadi tantangan dalam menarik kapal-kapal berkapasitas besar untuk melakukan perawatan di fasilitas tersebut.

Baca Juga :  PMII Komisariat Universitas Dr. Djar Wattiheluw Masohi Tolak Pelaksanaan Konfercab Maluku Tengah: Desak Penegasan dari PB PMII

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Tuhepaly mendorong Pemerintah Provinsi Maluku melakukan transformasi terhadap PT Dok Perkapalan Waiyame dengan menjadikannya sebagai kawasan industri maritim terpadu yang mampu memberikan nilai tambah bagi daerah.

Ia mengusulkan agar perusahaan dipimpin oleh figur profesional yang memiliki pengalaman di industri perkapalan dan diberikan target kinerja yang jelas serta terukur.

Di sisi lain, pemerintah juga dinilai perlu menghadirkan kebijakan insentif bagi kapal-kapal asal Maluku yang melakukan docking di Waiyame, termasuk melalui skema tarif yang lebih kompetitif dibandingkan daerah lain.

“Harus ada keberpihakan agar kapal-kapal asal Maluku lebih memilih melakukan docking di Waiyame daripada ke luar daerah. Dengan begitu, aktivitas ekonomi yang tercipta juga akan dinikmati oleh daerah sendiri,” ujarnya.

Tuhepaly juga mendorong pengembangan fasilitas melalui kerja sama dengan pihak swasta menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat mempercepat modernisasi peralatan dan meningkatkan daya saing perusahaan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa PT Dok Perkapalan Waiyame dan BUMD strategis lainnya tidak membutuhkan belas kasihan, melainkan langkah nyata berupa penguatan manajemen, dukungan modal yang terukur, serta kebijakan yang berpihak pada pengembangan usaha daerah.

Menurutnya, apabila sektor-sektor strategis Maluku dapat terhubung dalam satu rantai nilai ekonomi yang kuat, maka manfaat ekonomi akan lebih banyak dirasakan masyarakat.

Tuhepaly mencontohkan, hasil perikanan dari Seram dapat diolah oleh BUMD, didistribusikan menggunakan armada yang melakukan perawatan di Waiyame, serta didukung pembiayaan dari Bank Malut. Skema tersebut dinilai dapat menciptakan perputaran ekonomi yang lebih besar di dalam daerah.

Karena itu, ia meminta Pemerintah Provinsi Maluku bersama DPRD melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja BUMD, termasuk mempertimbangkan langkah-langkah restrukturisasi dan penguatan kelembagaan jika diperlukan.

“Sudah saatnya Dok Perkapalan Waiyame bangkit dan tidak lagi menjadi aset tidur milik daerah. Jika BUMD-BUMD strategis mampu berkembang, maka dampaknya akan sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi Maluku,” tegas Tuhepaly.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT