Ambom, Maluku — Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena menegaskan penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu strategi Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Hal itu disampaikan saat membuka DPRD Expo 2026 di Kantor DPRD Kota Ambon, Rabu (2/9/2026).
Pembukaan DPRD Expo tersebut berlangsung menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Ambon ke-451 yang akan diperingati dalam beberapa hari ke depan.
Bodewin mengatakan momentum HUT Kota Ambon tidak sekedar menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi pembangunan yang telah dilakukan sekaligus menyusun langkah ke depan.
“Lima hari lagi kita akan merayakan Hari Ulang Tahun Kota Ambon ke-451. Setiap kali kita merayakan hari ulang tahun kota ini, tentu perlu kita lakukan evaluasi terhadap berbagai hal yang sudah kita lakukan, sekaligus merencanakan berbagai hal yang akan kita lakukan ke depan demi kemajuan Kota Ambon,” ujar Bodewin.
Menurutnya, karakteristik Kota Ambon berbeda dengan daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam. Kondisi tersebut membuat penguatan ekonomi masyarakat melalui sektor usaha menjadi penting untuk menciptakan kemandirian ekonomi.
“Ambon bukan Weda, Ambon bukan Morowali, Ambon bukan Buru. Ambon dengan cirinya sendiri, kota yang terbatas sumber daya alam. Karena itu kita memilih untuk penguatan ekonomi kerakyatan lewat membangun upaya untuk menciptakan kemandirian masyarakat lewat usaha-usaha yang bisa dilakukan. Itulah UMKM,” katanya.
Bodewin mengatakan Pemkot Ambon telah menyiapkan sejumlah dukungan bagi pelaku UMKM, di antaranya penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) secara gratis, bantuan modal usaha, penyediaan tempat usaha serta penyelenggaraan expo di berbagai lokasi.
Menurutnya, berbagai fasilitas tersebut diarahkan untuk membantu pelaku UMKM berkembang sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.
Bodewin juga menilai UMKM memiliki daya tahan yang kuat dalam menghadapi berbagai tekanan ekonomi.
“Banyak perusahaan yang PHK karyawannya, banyak perusahaan yang terpaksa tutup usahanya, tapi UMKM tidak akan pernah. Dia tetap eksis di tengah-tengah berbagai tantangan yang ada,” ujarnya.
Selain UMKM, Bodewin menyoroti pentingnya transformasi pelayanan publik. Pemerintah, kata dia, harus mampu menghadirkan layanan yang mudah, cepat, responsif dan terbuka di tengah tuntutan masyarakat pada era keterbukaan informasi.
Ia menyebut keberadaan Mall Pelayanan Publik yang akan segera beroperasi menjadi salah satu langkah Pemkot Ambon dalam mempermudah masyarakat mendapatkan layanan pemerintahan.
Kehadiran sejumlah instansi dalam DPRD Expo 2026 juga dinilai menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat.
Bodewin turut mengapresiasi DPRD Kota Ambon yang membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.
“Kalau kita mengaku bahwa ini adalah rumah rakyat, maka di sinilah rakyat tempat untuk mengadu, menyampaikan keluh kesah mereka supaya diteruskan kepada Pemerintah Kota,” katanya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD Kota Ambon, Sekretaris DPRD (Sekwan), serta seluruh pihak yang telah menginisiasi DPRD Expo 2026.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Ambon Maurits Tamaela mengatakan pelibatan pelaku UMKM lokal dan sektor ekonomi kreatif dalam kegiatan DPRD merupakan bagian dari komitmen bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Maurits menegaskan DPRD Kota Ambon akan terus mendukung kebijakan dan regulasi yang berpihak pada penguatan ekonomi rakyat, pemberdayaan komunitas serta pembangunan infrastruktur kota yang inklusif.
“Karena itu, tidaklah berlebihan bila di saat ini saya mengajak seluruh masyarakat Kota Ambon untuk memanfaatkan momen ini untuk mendapatkan informasi, pelayanan publik, menyampaikan aspirasi, maupun mendukung dan menikmati produk-produk lokal karya anak daerah kita sendiri,” ujarnya.
Sebelumnya, Sekwan DPRD Kota Ambon Alfian Lewenussa melaporkan DPRD Expo 2026 berlangsung selama dua hari.
Selain pameran UMKM, kegiatan tersebut dirangkai dengan sejumlah agenda pelayanan dan kegiatan masyarakat, antara lain lomba panjat pinang, pembagian sembako, pelayanan NIB, pemeriksaan kesehatan gratis, Gerakan Pangan Murah, layanan hukum dan kekayaan intelektual, pendaftaran akun baru e-Katalog, pengundian doorprize serta penampilan sejumlah artis Kota Ambon.
DPRD Expo 2026 menjadi salah satu ruang kolaborasi antara DPRD, Pemkot Ambon, pelaku UMKM dan masyarakat untuk memperluas akses ekonomi sekaligus mendekatkan pelayanan publik menjelang HUT Kota Ambon ke-451.***








































































Discussion about this post