Polairud Mabes Polri Amankan 350 Kg Merkuri Ilegal di Maluku Tengah

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 24 Agustus 2025 - 07:21 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Bahan Merkuri/Air Raksa di dalam kemasan air mineral. Foto ilustrasi.***

Bahan Merkuri/Air Raksa di dalam kemasan air mineral. Foto ilustrasi.***

Maluku Tengah – Kapal 8003 Yudistira Korpolairud Mabes Polri berhasil menggagalkan upaya peredaran bahan berbahaya berupa merkuri di perairan Maluku Tengah, informasi yang dihimpun, Minggu (24/08) menyebutkan penangkapan berlangsung hari Kamis (22/8/2025) sekitar pukul 02.30 WIT lalu.

Dalam operasi yang digelar di Desa Liang, Kabupaten Maluku Tengah, aparat kepolisian menangkap seorang pria berinisial N (41), warga Kabupaten Seram Bagian Barat.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa 350 kilogram merkuri, satu unit kapal tanpa nama, serta satu unit telepon genggam merek Infinix.

Kasus ini telah dilimpahkan ke Ditpolairud Polda Maluku dan kini masih dalam proses penyidikan.

Tersangka dijerat dengan Pasal 161 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).

Baca Juga :  Kasus HIV/AIDS di Seram Bagian Barat Meningkat, Dinkes Soroti Praktik Prostitusi Online

Pernyataan Resmi Polda Maluku

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, membenarkan penangkapan tersebut.

“Benar, tim gabungan dari Korpolairud Mabes Polri berhasil mengamankan seorang pelaku dengan barang bukti ratusan kilogram merkuri. Saat ini kasus sudah ditangani Ditpolairud Polda Maluku untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Rositah menegaskan, penggunaan merkuri dalam aktivitas pertambangan ilegal bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga sangat berbahaya.

“Merkuri adalah zat kimia beracun yang dapat merusak kesehatan manusia, terutama sistem saraf dan organ vital. Selain itu, pencemaran merkuri di laut akan membahayakan ekosistem perairan dan rantai makanan,” tegasnya.

Bahaya Merkuri

Merkuri (air raksa) dikenal sebagai bahan kimia berbahaya yang dilarang penggunaannya dalam kegiatan pertambangan emas skala kecil maupun besar.

Paparan merkuri dapat menyebabkan gangguan saraf, kerusakan ginjal, cacat lahir, hingga kematian.

Di ekosistem laut, merkuri dapat terakumulasi dalam tubuh ikan dan biota lain yang kemudian dikonsumsi manusia. Hal ini menimbulkan ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat, terutama di wilayah pesisir yang menggantungkan hidup dari laut.

Indonesia sendiri telah menandatangani Konvensi Minamata, perjanjian internasional yang menegaskan komitmen global untuk menghapus penggunaan merkuri demi melindungi manusia dan lingkungan.

Komitmen Penegakan Hukum

Kombes Pol Rositah Umasugi menegaskan, Polda Maluku bersama Korpolairud Mabes Polri akan terus meningkatkan pengawasan peredaran merkuri ilegal di wilayah perairan.

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi siapa pun yang mencoba mengedarkan merkuri. Tindakan tegas akan diberikan demi melindungi masyarakat dan lingkungan,” pungkasnya.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIT

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Berita Terbaru