Jakarta, trendingmaluku.com– Keputusan maskapai Citilink Indonesia kembali menuai sorotan. Salah satu penerbangan rute Jakarta–Ambon dengan kode QG-210 yang semula dijadwalkan terbang pada 28 Agustus 2025, mendadak diundur dua hari menjadi 30 Agustus 2025.
Perubahan tersebut diumumkan melalui pemberitahuan resmi kepada penumpang.
Dalam surat pemberitahuan, manajemen Citilink hanya menyampaikan permohonan maaf tanpa penjelasan rinci alasan perubahan jadwal yang begitu drastis.
Salah satu kerabat penumpang yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa berat atas keputusan sepihak ini.
“Ini jelas merugikan. Penumpang sudah menyusun agenda, membeli tiket jauh-jauh hari, lalu tiba-tiba pihak maskapai seenaknya mengubah jadwal. Tidak ada tawaran solusi nyata, hanya permintaan maaf. Bagaimana dengan biaya tambahan, rencana yang kacau, atau kebutuhan mendesak penumpang?” tegas sumber tersebut.
Kekecewaan publik semakin kuat karena praktik perubahan jadwal penerbangan tanpa pertanggungjawaban jelas bukan pertama kali terjadi. Penumpang merasa maskapai seolah menyepelekan hak konsumen dengan dalih operasional.
Citilink sendiri hanya memberikan opsi check-in online melalui tautan resmi dan menyertakan nomor kontak layanan pelanggan.
Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan terbuka mengenai alasan penundaan penerbangan selama dua hari penuh.
Kasus ini menambah daftar panjang persoalan transparansi dan akuntabilitas di sektor penerbangan tanah air, di mana konsumen kerap menjadi pihak paling dirugikan. ***





































































Discussion about this post