Ambon, Maluku– Universitas Islam Negeri (UIN) Abdul Muthalib Sangadji Ambon menggelar kuliah tamu istimewa dengan menghadirkan Kapolda Maluku, Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto.
Kuliah tamu ini menjadi momentum bersejarah, karena UIN Ambon tercatat sebagai perguruan tinggi pertama di Maluku yang mendapat kesempatan langsung menyimak pemikiran dan pengalaman seorang jenderal sekaligus akademisi bergelar profesor.
Ribuan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan memadati Gedung Auditorium UIN Ambon sejak pagi. Kehadiran Prof. Dadang yang tiba dengan seragam dinas sederhana disambut hangat, bahkan ia menyempatkan diri menyapa serta menyalami para peserta satu per satu.
Didampingi Rektor UIN Ambon, Dr. Abidin Wakano, serta sejumlah pejabat kampus, Kapolda Maluku juga menyempatkan kunjungan singkat ke ruang rektorat sebelum memulai kuliah tamu.
Rektor: Generasi Muda Penentu Perdamaian Maluku
Dalam sambutannya, Rektor UIN Ambon menyampaikan kebanggaan kepada Prof. Dadang yang telah menorehkan capaian akademik tertinggi sebagai guru besar, sekaligus menjabat sebagai Kapolda Maluku.
“Dalam karier, beliau sudah paripurna: seorang Jenderal sekaligus Profesor,” ujar Abidin.
Rektor juga menegaskan bahwa tema kuliah kali ini sangat relevan dengan konteks Maluku. Provinsi dengan lebih dari seribu pulau, ratusan suku, serta ragam bahasa ini menyimpan kekayaan sosial-budaya sekaligus potensi kerentanan.
Menurutnya, tantangan era digital bukan hanya segregasi wilayah, melainkan juga segregasi mental yang lahir dari polarisasi media sosial, hoaks, hingga provokasi berbasis etnis maupun kampung.
“Oleh karena itu, menghadirkan Kapolda Maluku sebagai narasumber sangat tepat, sebab beliau memahami dunia akademik sekaligus realitas keamanan,” tambah Abidin.
Kuliah Interaktif: Dari Quis hingga Dialog Inspiratif
Mengawali kuliah tamu, Prof. Dadang memecah suasana dengan quis interaktif yang disambut antusias peserta. Mahasiswa maupun dosen yang berhasil menjawab pertanyaan dengan tepat mendapatkan hadiah langsung dari Kapolda, menambah semangat ribuan hadirin yang memenuhi auditorium.
Dalam paparannya, Prof. Dadang menekankan bahwa perkembangan teknologi digital membawa peluang sekaligus ancaman.
Media sosial yang memudahkan akses informasi sering kali menjadi pemicu konflik jarak jauh jika disalahgunakan. Karena itu, ia menegaskan pentingnya literasi digital dan sikap bijak dalam bermedia.
“Generasi muda, khususnya mahasiswa, harus mendidik diri dan membangun karakter sejak dini. Harapan bangsa ini ada di pundak kalian,” tegas Prof. Dadang.
Ia juga menekankan pentingnya setiap pihak menjalankan perannya: mahasiswa harus serius belajar, dosen mengajar dengan baik, dan masyarakat saling menjaga. Jika semua berjalan selaras, kedamaian akan tumbuh secara alami.
Membangun Generasi Cerdas dan Berbudi
Kuliah tamu ditutup dengan pesan inspiratif Kapolda Maluku. Ia mengajak civitas akademika UIN Ambon untuk menyiapkan diri menghadapi berbagai tantangan masa depan, bukan hanya dengan kecerdasan intelektual, tetapi juga dengan budi pekerti dan kepekaan sosial.
Melalui pengalaman, teori, dan dialog yang dibangun sepanjang kuliah, Prof. Dadang menghadirkan perspektif baru tentang bagaimana generasi muda dapat menjadi motor perdamaian, khususnya di Maluku yang kaya keragaman.
Dengan kehadiran seorang Jenderal sekaligus Profesor di tengah kampus, kuliah tamu ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga mempertegas peran UIN Ambon sebagai pusat pembelajaran yang berkomitmen membentuk generasi cerdas, berkarakter, dan berdaya saing di era digital.***





































































Discussion about this post