TANIMBAR, TRENDING-MALUKU.COM, – Menanggapi keluhan masyarakat terkait ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias, memastikan bahwa kondisi pasokan saat ini masih dalam keadaan aman dan terkendali .
Hal ini disampaikan Anos setelah melakukan koordinasi langsung dengan pihak Pertamina untuk mendapatkan data terkini. Berdasarkan laporan yang diterima, seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) reguler yang berjumlah tiga unit di wilayah Saumlaki beroperasi normal tanpa antrean panjang yang signifikan .
“Secara umum, pasokan BBM di Kabupaten Kepulauan Tanimbar masih dalam kondisi aman dan mampu melayani kebutuhan masyarakat,” ujar Anos dalam keterangannya.
Namun, berdasarkan data stok per SPBU, terpantau bahwa ketahanan stok untuk jenis Pertalite dan Biosolar di beberapa lokasi tergolong singkat, dengan estimasi rata-rata hanya bertahan antara 1 hingga 2,2 hari ke depan.
SPBU 84.974.01 (PT Lintas Yamdena): Pertalite (20 KL, tahan 2,2 hari), Biosolar (1,2 KL, tahan 1,5 hari).
SPBU 84.974.03 (PT Arafura Trans Petrolium): Pertalite (3 KL, tahan 1 hari), Biosolar (1,5 KL, tahan 1,1 hari).
Menyikapi kondisi tersebut, Anos menekankan perlunya kelancaran distribusi dan pengiriman pasokan berikutnya agar pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga. Komisi II DPRD Maluku berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan Pertamina guna memastikan distribusi BBM berjalan optimal.
“Saya mengapresiasi masyarakat yang telah menyampaikan laporan dan informasi di lapangan. Ini sangat membantu kami dalam melakukan fungsi pengawasan. Kami juga berterima kasih kepada Pertamina atas respons cepatnya,” pungkas Anos.
Sebelumnya, DPRD Maluku juga mendorong adanya penambahan kuota BBM untuk wilayah Maluku guna menjawab kebutuhan masyarakat yang terus meningkat, terutama di daerah kepulauan yang memiliki tantangan distribusi yang kompleks .







































































Discussion about this post