​KNPI: Negara Tidak Boleh Kalah dari Kapitalis yang Kuasai Ratusan Hektare Lahan di Lermatan!

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 04:29 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

​SAUMLAKI, Trending-Maluku.com, – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) angkat bicara secara tegas terkait polemik agraria yang kian meruncing di kawasan Lermatan.

KNPI mengendus adanya praktik penguasaan lahan berskala besar oleh segelintir kelompok pemodal (kapitalis) yang dinilai melampaui batas kewajaran dan ketentuan hukum yang berlaku.

​Ketua KNPI menegaskan bahwa penguasaan lahan secara berlebihan oleh oknum-oknum pemodal inilah yang menjadi akar penyebab lahirnya berbagai polemik dan konflik sosial di Lermatan belakangan ini

​Berdasarkan investigasi dan fakta di lapangan, KNPI menemukan bahwa kelompok kapitalis ini bergerak cepat membeli tanah-tanah milik warga lokal dengan harga yang sangat murah. Mereka memanfaatkan kondisi masyarakat yang sedang terdesak secara ekonomi.

​”Mereka membeli tanah rakyat dengan harga murah akibat himpitan ekonomi, lalu menguasainya hingga mencapai ratusan hektare. Motifnya jelas, terkesan hanya ingin mencari keuntungan pribadi (spekulasi lahan) di atas penderitaan rakyat,” ujar Ongker Batmomolin perwakilan KNPI dalam pernyataan resminya.

​KNPI juga menyoroti dampak fatal dari aksi spekulasi tanah ini. Penguasaan lahan berskala besar oleh segelintir oknum tersebut kini menjadi salah satu faktor utama yang menghambat proses pembebasan lahan untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) Kilang Gas Abadi Blok Masela.

​Ada indikasi kuat bahwa kelompok pemodal ini sejak awal sudah mengendus informasi bahwa wilayah Lermatan akan dijadikan lokasi pembangunan fasilitas pendukung kilang gas abadi tersebut. Akibatnya, proses negosiasi menjadi rumit dan berpotensi besar mengganggu serta menunda agenda penting, termasuk jadwal groundbreaking proyek.

​Menyikapi situasi yang dinilai krusial ini, KNPI meminta dengan amat sangat agar negara segera turun tangan dan menunjukkan taringnya.

Baca Juga :  Doa Adat Lermatang Mengawali Pendataan Lahan: Satgas dan Masyarakat Bersatu Padu

​”Negara tidak boleh kalah sama kelompok kapitalis! Kami meminta kehadiran negara untuk benar-benar berpihak pada rakyat kecil, bukan pada pemilik modal. Pemerintah jangan sampai tersandera oleh kepentingan segelintir oknum ini,” tegas Ongker.

​KNPI mengingatkan bahwa jika pembiaran ini terus berlanjut, dampaknya akan sangat berbahaya bagi kedaulatan ekonomi masyarakat lokal sekaligus

kelangsungan proyek strategis yang menjadi tumpuan energi nasional. KNPI mendesak kementerian terkait dan aparat penegak hukum untuk segera mengaudit kepemilikan lahan di Lermatan dan menindak tegas pihak-pihak yang melanggar batas ketentuan penguasaan tanah.
​

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT