Ambon, Maluku— Swiss-Belhotel Ambon sukses menggelar SBAM Wedding Bouquet Competition 2026, sebuah ajang perdana yang langsung mencuri perhatian sebagai penutup rangkaian SBAM Wedding Exhibition.
Kompetisi ini tampil sebagai panggung baru yang elegan bagi para perangkai bunga lokal, memadukan teknik, estetika, dan sentuhan personal dalam balutan gaya pernikahan modern.
Digelar dengan atmosfer eksklusif, kompetisi ini menghadirkan energi kreatif yang kuat dari para peserta yang berlomba menciptakan wedding bouquet terbaik.
Penilaian dilakukan langsung oleh Koko Dekor dari Creative Decoration, yang dikenal sebagai salah satu dekorator ternama di Ambon. Ia menilai berdasarkan presisi teknik, keberanian eksplorasi desain, hingga harmoni visual yang dihadirkan dalam setiap rangkaian.
Acara dibuka dengan sesi demonstrasi oleh juri yang menampilkan teknik merangkai bunga sederhana namun berkelas, menggunakan tiga jenis bunga sebagai elemen utama.
Momentum ini menjadi inspirasi awal sebelum para peserta memasuki tantangan utama: merancang bouquet dalam waktu 45 menit—singkat, namun menuntut ketepatan rasa dan kecepatan eksekusi.
Setelah melalui proses kurasi yang ketat, dewan juri menetapkan para pemenang sebagai berikut:
Juara 1 diraih oleh Thisia Violen Bolaman, disusul Safna Aprilia Karepesina sebagai Juara 2, dan Minondhy Kastanya di posisi Juara 3.
Ketiganya dinilai berhasil menghadirkan karya yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki karakter kuat dan cerita di balik setiap rangkaian.
Tak hanya kompetisi, suasana penutupan semakin hidup dengan suguhan makeup demo dari Jeanli Elfindy serta peragaan busana pengantin yang anggun.
Para model tampil memikat dengan membawa bouquet karya peserta, menghadirkan visualisasi nyata bagaimana rangkaian bunga menjadi bagian integral dari estetika pernikahan.
Cluster General Manager Swiss-Belhotel Ambon, Yudhi Meidyanto, menegaskan bahwa penyelenggaraan kompetisi ini menjadi langkah awal dalam membuka ruang kolaborasi bagi pelaku industri kreatif di Ambon.
“Antusiasme peserta dan pengunjung menunjukkan potensi besar industri wedding di kota ini. Kami berharap ajang ini dapat menjadi agenda tahunan yang terus mendorong inovasi,” ujarnya.
Keberhasilan SBAM Wedding Bouquet Competition 2026 menandai babak baru bagi perkembangan seni floristry di Ambon—sebuah ruang di mana kreativitas lokal bertemu dengan standar estetika global, menjadikan setiap rangkaian bunga bukan sekadar pelengkap, melainkan pernyataan gaya yang berkelas.***








































































Discussion about this post