Selama 4 Tahun Retribusi TPI Ambon Belum Tembus Rp500 Juta, Wali Kota Ciptakan Skema Baru

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 19 Juni 2025 - 13:23 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Kelautan dan Perikanan resmi menggelar sosialisasi tata cara pemungutan retribusi Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Kamis (19/6/2025), bertempat di Pasar Arumbae Mardika.

Sosialisasi ini ditujukan kepada para pelaku usaha perikanan dan masyarakat sebagai bagian dari upaya pembenahan sistem pengelolaan sektor kelautan.

Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, dalam sambutannya menegaskan bahwa penerapan retribusi ini merupakan langkah konkret untuk menata sistem pelayanan publik dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara adil dan transparan.

“Kita tetapkan retribusi sebesar Rp7.500 per meter persegi. Ini bukan sekadar pungutan, tapi bentuk kepastian hukum bagi pelaku usaha. Hasil retribusi ini akan dikembalikan dalam bentuk pembangunan dan fasilitas yang lebih baik,” ujar Wattimena.

4 Tahun, Pemasukan Belum Capai Rp500 Juta

Lebih lanjut, Wali Kota mengungkapkan fakta mencolok: selama empat tahun terakhir, total penerimaan retribusi dari TPI belum mencapai Rp500 juta. Ironisnya, dalam waktu dekat Pemkot Ambon berencana mengalokasikan lebih dari Rp600 juta untuk revitalisasi fasilitas pasar apung tersebut.

Baca Juga :  Dapat Nomor Urut Satu, Pasangan HATI Optimis Menangkan Pilkada SBB

“Dana yang masuk dari masyarakat dikembalikan dalam bentuk infrastruktur dan layanan. Pemerintah tidak mengambil sepeser pun untuk kepentingan pribadi. Ini soal tanggung jawab fiskal,” tegasnya.

Wattimena menyebut sosialisasi yang dilakukan secara bertahap oleh Dinas Kelautan dan Perikanan telah memberikan pemahaman yang cukup di kalangan pelaku usaha.

Ia berharap langkah ini memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan sektor kelautan secara berkelanjutan.

“TPI akan terus kita benahi, baik dari sisi fisik, manajemen, maupun pelayanan. Tujuannya adalah kenyamanan dan keberlanjutan usaha nelayan serta kontribusi nyata terhadap PAD,” pungkas Wali Kota.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIT

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Berita Terbaru