Ambon, Maluku — Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau Pulau Lesae Kombes Pol. Dr. Yoga Putra Prima Setya melalui Kasat Intelkam Polresta, AKP Julkisno Kaisupy, menegaskan generasi muda merupakan ujung tombak perdamaian dan keamanan Kota Ambon.
Hal itu ia sampaikan saat hadir sebagai narasumber mewakili Kapolresta dalam kegiatan Dialog Kebangsaan/Bacarita Anak Muda Kota Ambon Part II yang berlangsung di Hana Caffe, Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Sabtu (20/9/2025).
“Sebagai generasi muda, kalian adalah ujung tombak perdamaian. Mari kita bersama-sama menguatkan spirit Pela Gandong sebagai bagian dari identitas kita, agar Ambon tidak hanya dikenal sebagai kota yang manis dalam budaya, tetapi juga aman, damai, dan modern dalam kehidupan sosialnya,” ujar Kaisupy.
Ia menambahkan, pihak kepolisian mendukung penuh upaya menghidupkan nilai Pela Gandong, bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat demi terciptanya keamanan dan ketertiban yang kondusif.
Menurutnya, menjaga situasi kamtibmas bukan hanya tugas TNI-Polri, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh lapisan, termasuk mahasiswa dan pemuda.
Dialog kebangsaan yang mengangkat tema “Mendorong Filosofi Pela Gandong Sebagai Spirit Ambon Manise dan Simbol Penanganan Konflik Sosial Menuju Ambon Sebagai Kota Modern” itu dihadiri sejumlah tokoh lintas sektor.
Ketua panitia Sofyan Tatroman dalam pengantarnya menjelaskan, kegiatan ini lahir dari kegelisahan atas memudarnya nilai Pela Gandong di kalangan generasi muda.
Ia menekankan filosofi Pela Gandong adalah warisan budaya yang menjunjung persaudaraan, musyawarah, serta penyelesaian konflik secara damai, sehingga relevan dijadikan nilai dasar pembangunan sosial budaya Kota Ambon.
Hadir pula sejumlah tokoh tokoh publik dan anggota DPRD Kota Ambon turut sebagai narasumber.
William Mairuhu dari Komisi I menilai Pela Gandong telah terbukti menyatukan perbedaan dan membangun solidaritas, sehingga harus dijadikan pondasi moral dan sosial dalam menjaga harmoni maupun menyelesaikan konflik di kota ini.
Febri Tuankotta dari Komisi III menambahkan, Pela Gandong adalah jiwa yang membentuk harmoni masyarakat Ambon dan harus dijadikan spirit untuk mewujudkan Ambon Manise, kota yang damai, ramah, dan maju.
Kepala Dinas Sosial Kota Ambon, Wendi Pelupessy, menekankan bahwa Pela Gandong adalah modal utama dalam penanganan dan pencegahan konflik sosial.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat mampu mewujudkan Ambon yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga harmonis secara sosial.
Sementara itu, Wakil Rektor II UIN Ambon, Dr. Saidin Ernas, menilai filosofi Pela Gandong merupakan fondasi kuat untuk membangun solidaritas, toleransi, dan kebersamaan.
Pihaknya mengajak generasi muda sebagai agen perubahan untuk melestarikan dan mengembangkan nilai tersebut dalam kehidupan sosial, ekonomi, maupun budaya, demi terwujudnya Ambon Manise yang modern dan berdaya saing.
Kegiatan itu dihadiri lebih dari 30 peserta dari kalangan mahasiswa dan organisasi kepemudaan. Agenda tersebut dipantau langsung jajaran Pimpinan DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maluku, Arman Kalean dan jajaran.***





































































Discussion about this post