Ambon, Maluku — Peta politik menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Maluku mulai memanas. Salah satu figur kuat yang dipastikan maju adalah Rohalim Boy Sangadji (RBS), Ketua Dewan Pimpinan Daerah Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Maluku, yang resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua DPD I Partai Golkar Maluku, Jumat (7/11/2025).
RBS tiba di Kantor DPD Golkar Maluku, Karang Panjang, Ambon, sekitar pukul 16.30 WIT dengan mengenakan baju merah kebesaran SOKSI — simbol identitas dan loyalitasnya terhadap salah satu ormas pendiri Golkar.
RBS datang didampingi lima Ketua DPD II Golkar kabupaten/kota serta sejumlah kader dan simpatisan yang memberikan dukungan moral. Kedatangan RBS diterima langsung oleh Ketua Steering Committee (SC) Musda, Yunus Serang.
Dalam keterangannya kepada awak media, RBS menegaskan komitmennya untuk maju secara serius dalam kontestasi politik internal Golkar Maluku.
Ia menyebut langkah pendaftarannya bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk kesiapan penuh untuk bertarung secara terbuka dan demokratis.
“Kalau saya sudah mendaftar, berarti saya serius. Sudah masuk ke arena berarti siap bertanding. Soal hasilnya nanti, kita lihat saja. Semua kader berhak mencalonkan diri sepanjang memenuhi syarat,” tegas RBS.
RBS juga mengungkapkan bahwa dirinya telah mengantongi enam rekomendasi dukungan dari DPD II Partai Golkar kabupaten/kota se-Maluku serta empat ormas pendiri Golkar, melebihi ketentuan 30 persen dukungan minimal yang disyaratkan partai.
“Saya sudah melewati batas dukungan yang diminta. Ini amanah yang besar dan tanggung jawab yang harus saya pertanggungjawabkan bersama teman-teman kader di seluruh Maluku,” ujarnya dengan tegas.
Politisi yang dikenal loyal di lingkaran Golkar ini menilai dinamika Musda bukanlah ajang perpecahan, melainkan momentum memperkuat soliditas internal partai.
Menurutnya, kompetisi adalah bagian dari tradisi demokrasi yang sehat dan harus dijaga sebagai kekuatan politik Golkar.
“Bagi saya, siapa saja boleh maju. Kita bertanding secara sportif, terbuka, dan saling menghargai. Inilah cara berdemokrasi Partai Golkar yang sesungguhnya — bukan untuk memecah, tapi untuk mempersatukan dan membesarkan partai,” tandas RBS.
Menanggapi isu yang beredar soal adanya calon “pilihan pusat” atau nama yang disebut-sebut sudah direstui Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia, RBS menegaskan dirinya tidak terpengaruh. Ia percaya mekanisme partai akan berjalan objektif dan sesuai aturan organisasi.
“Semua punya hak dan peluang yang sama. Tidak ada yang istimewa. Yang penting kita maju dengan niat tulus untuk memperkuat Partai Golkar di Maluku,” pungkasnya.
Langkah politik RBS ini menandai keseriusan salah satu tokoh kunci SOKSI Maluku untuk mengambil peran strategis dalam kepemimpinan Partai Golkar di tingkat provinsi.
Dengan dukungan struktural dan basis ormas yang kuat, RBS kini menjadi salah satu figur yang paling diperhitungkan menjelang Musda Golkar Maluku 2025.***





































































Discussion about this post