HMI: Pelaku Mafia Tambang GB CK & TM Harus Diproses Hukum

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 23 Januari 2025 - 10:42 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Namlea, Maluku– Tambang emas gunung botak merupakan sumber daya alam yang dikelolah secara manual oleh penambang lokal, namun seiring dengan waktu yang terus berjalan para mafia tambang alias pemburu dolar terus berdatangan untuk melakukan aktivitasnya.

Cara yang dilakukan para mafia tambang untuk mengeruk emas di tambang gunung botak sistem dompeng dan rendaman menggunakan bahan kimia berbahaya (B3) sehingga terjadi pengrusakan lingkungan, Kamis, (23/01).

Menurut ketua bidang PTKP Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Namlea Iqbal Koroy, kepada Wartawan di Namlea, sejauh ini kami pantau dilokasi tanah merah dan kapuran area tambang gunung botak terjadi aktivitas yang luar biasa oleh Coken dan Takim

“Mereka membabi buta melakukan aktivitas pengruskan lingkungan yang tiada hentinya, mereka memburu emas di tambang gunung botak seperti binatang buas memburu mangsanya di hutan liar yang tidak pernah tersentuh hukum,” tegas Iqbal.

Padahal kata dia, kawasan tersebut sudah ada penghentian aktivitas dari pemerintah sehingga ada kejelasan larangan penambangan liar di area tersebut yang dapat merusak lingkungan dan berakibat fatal untuk keberlanjutan kehidupan masyarakat sekitarnya.

“Kedua bos yang kami sebut, diketahui salah satu diantaranya putra bos tambak udang dan ikan yang pernah merusak ribuan tanaman lindung (Maggruf) yang berada di lokasi air mandidi kabupaten Buru,” terangnya.

Baca Juga :  macOS Sierra review: Mac users get a modest update this year

Oleh sebab itu pihaknya meminta Polda Maluku dan Polres Buru untuk menangkap saudara CK dan TM yang merupakan dalang dibalik kehancuran lingkungan di tambang emas gunung botak.

“Kami akan terus mengawal proses ini sehingga gunung botak terhindar dari mafia tambang, kalau polres buru terus melakukan pembiaran persoalan ini tidak selesai dan pelaku di proses hukum.”

“Maka kami akan menuju Polda Maluku dan berkoordinasi dengan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PBHMI) di pusat untuk melaporkan Polres Buru di Mabes Polri,” Tambah dia menutup keterangannya.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT