Piru, Maluku– Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Leverne Alvin Tuasu’un, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten SBB Tahun 2026. Kegiatan pembukaan tersebut berlangsung di Aula Lantai III Kantor Bupati SBB pada Selasa, 20 Mei 2025.
Dalam sambutannya, Bupati SBB, Asri Arman, yang dibacakan langsung oleh Sekda, menekankan pentingnya peningkatan produktivitas serta inklusivitas dalam layanan dasar sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat daya saing daerah.
Musrenbang ini, menurutnya, menjadi ajang strategis untuk merumuskan program-program pembangunan yang tepat sasaran dan berdampak luas bagi masyarakat Kabupaten SBB.
Sekda Tuasu’un dalam kesempatan tersebut menambahkan bahwa RKPD 2026 harus menjadi fokus utama dalam mengawal berbagai program pembangunan yang akan dilaksanakan.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan di Kabupaten SBB sangat bergantung pada koordinasi yang baik antar semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun sektor swasta.
“Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun depan harus memberikan perhatian serius terhadap berbagai program pembangunan yang dapat mempercepat kemajuan Kabupaten SBB. Musrenbang ini diharapkan menjadi sarana interaktif yang melibatkan semua stakeholder untuk merumuskan kebijakan yang relevan dengan kebutuhan daerah,” ujar Tuasu’un.
Tema yang diusung dalam Musrenbang kali ini adalah “Peningkatan Produktivitas dan Inklusivitas Layanan Dasar Untuk Penguatan Daya Saing Daerah.” Sekda menekankan bahwa tema ini relevan dengan upaya untuk menciptakan daerah yang lebih produktif, inklusif, dan memiliki daya saing yang kuat di tingkat regional maupun nasional.
Selain itu, Tuasu’un juga menyinggung langkah-langkah yang telah diambil oleh pemerintah daerah sejak awal masa kepemimpinan Bupati Asri Arman.
Ia mengungkapkan bahwa selama masa jabatannya, Bupati Arman berusaha keras untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten SBB, dengan melakukan peninjauan langsung ke lapangan, berdialog dengan masyarakat, serta mendengarkan dan mencatat berbagai permasalahan yang dihadapi oleh warga.
“Sejak dilantik, Bapak Bupati berkomitmen untuk turun langsung ke lapangan, melihat, mendengar, dan berdialog dengan masyarakat guna memahami permasalahan yang ada dan harapan-harapan mereka terhadap pemerintah daerah,” jelasnya.
Turut hadir dalam acara tersebut Pimpinan dan Unsur Forkopimda Kabupaten SBB, Ketua DPRD Kabupaten SBB beserta beberapa anggotanya, Camat se-Kabupaten SBB, serta perwakilan dari pemerintah desa. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan komitmen bersama untuk mendukung perencanaan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Musrenbang RKPD 2026 ini diharapkan dapat menghasilkan berbagai rekomendasi penting untuk memperkuat pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan sektor-sektor vital lainnya, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat SBB dan memperkuat daya saing daerah di masa depan.***





































































Discussion about this post