Hanura Minta Klarifikasi Resmi Soal Anggota DPRD Malteng yang Jabat Direktur Perusahaan Mitra Pemda

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 Juni 2025 - 04:57 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Masohi, Maluku— Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kabupaten Maluku Tengah, Agus Salim Tamher, menyoroti pernyataan salah satu anggota DPRD Maluku Tengah berinisial MNA yang secara terbuka mengakui merangkap jabatan sebagai Direktur PT Pelayaran Dharma Indah Cabang Masohi. Menurut Agus, hal ini merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip hukum dan tata kelola pemerintahan yang baik.

Tamher menjelaskan, jabatan rangkap tersebut menyalahi ketentuan perundang-undangan yang berlaku, terutama jika dikaitkan dengan Pasal 236 dan Pasal 400 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3), serta Pasal 188 ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“Undang-undang sudah sangat jelas menyatakan bahwa anggota DPRD tidak dibenarkan menjalankan pekerjaan lain yang ada kaitannya dengan tugas, wewenang, dan hak-hak sebagai anggota dewan. Apalagi jika pekerjaan itu berkaitan langsung dengan mitra pemerintah daerah. Ini berpotensi menimbulkan konflik kepentingan yang nyata,” tegas dia.

Ia menambahkan, PT Pelayaran Dharma Indah merupakan perusahaan swasta yang saat ini menjadi mitra resmi Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dalam penyediaan jasa transportasi laut.

Dengan status tersebut, menurut Tamher, posisi MNA sebagai Direktur di perusahaan yang disampaikan secara langsung bertabrakan dengan fungsi pengawasan yang seharusnya dijalankan oleh DPRD.

“Ketika seorang anggota DPRD memegang jabatan struktural dalam perusahaan yang menjadi mitra pemerintah, maka independensi dan objektivitas dalam menjalankan fungsi pengawasan sangat diragukan. Ini bukan sekadar pelanggaran etika, tapi juga pelanggaran hukum yang serius,” ujarnya.

Agus juga menyoroti pentingnya keberadaan Kode Etik DPRD Kabupaten Maluku Tengah dalam menertibkan perilaku anggota legislatif. Namun, sekalipun aturan lokal belum sepenuhnya tersedia atau belum diatur secara eksplisit, hal itu tidak dapat dijadikan alasan untuk mengabaikan norma hukum nasional yang bersifat mengikat.

Baca Juga :  Warga Lokal Sebut Laporan LSM Baladaya Bermasalah Tanpa Verifikasi Lapangan; Dia Tinggal di Jawa Barat

“Jika memang belum ada regulasi lokal yang secara tegas melarang, bukan berarti DPRD bisa bertindak semaunya. Aturan nasional tetap harus dihormati. DPRD sebagai lembaga negara wajib menjunjung tinggi integritas, transparansi, dan akuntabilitas,” lanjutnya.

Untuk itu, pihaknya mendesak Pimpinan DPRD Kabupaten Maluku Tengah agar segera memberikan klarifikasi resmi kepada publik terkait pernyataan dan jabatan yang disandang oleh MNA.

Ia juga meminta agar langkah-langkah penertiban segera diambil demi menjaga marwah lembaga legislatif serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi tersebut.

“Jangan biarkan praktik-praktik yang melanggar hukum ini berlangsung tanpa kontrol. DPRD adalah representasi rakyat dan harus menjadi teladan dalam menegakkan aturan. Jika kita abai, maka yang rusak bukan hanya citra lembaga, tetapi juga kepercayaan publik,” tegas Tamher menutup pernyataannya.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIT

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Berita Terbaru