Namlea, Buru– Menindaklanjuti audiensi sebelumnya terkait penguatan program ketahanan pangan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea menerima kunjungan tim dari Dinas Pertanian Kabupaten Buru untuk melakukan survei lapangan, Sabtu (5/7). Survei ini bertujuan untuk memetakan potensi serta kebutuhan riil sarana dan prasarana pertanian yang dimiliki Lapas.
Sebanyak lima orang petugas dari Dinas Pertanian terjun langsung ke lokasi dan disambut oleh Kepala Lapas Namlea, Muh. M. Marasabessy, didampingi Kepala Subseksi Pembinaan, Mustafa La Abidin. Tim melakukan survei menyeluruh terhadap lahan pertanian yang berada di luar area blok hunian Lapas.
“Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam perencanaan bantuan yang telah kami bahas sebelumnya bersama Dinas Pertanian, berupa pupuk, obat-obatan, serta alat pertanian. Survei ini penting agar bantuan yang diberikan nantinya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan aktual di lapangan,” jelas Marasabessy.
Ia menambahkan bahwa Lapas Namlea memiliki keunggulan dari sisi ketersediaan lahan, yang seharusnya dapat dioptimalkan untuk mendukung program ketahanan pangan. Namun, tantangan masih dihadapi, khususnya dalam hal kualitas tanah dan keterbatasan sarana pertanian.
“Struktur tanah kami cenderung berpasir, sehingga kurang ideal untuk pertumbuhan tanaman. Kami sangat membutuhkan pupuk kandang guna meningkatkan kandungan unsur hara. Selain itu, pengadaan bibit, pupuk, dan obat-obatan juga masih menjadi kendala karena keterbatasan anggaran,” ungkapnya.
Selain melakukan survei, tim Dinas Pertanian juga memberikan penyuluhan teknis kepada jajaran Lapas Namlea mengenai praktik pertanian yang baik dan efisien. Mereka turut meninjau pengelolaan lahan yang telah berjalan, sebagai bahan evaluasi untuk pengembangan di masa mendatang.
Kolaborasi antara Lapas Namlea dan Dinas Pertanian ini diharapkan mampu memperkuat kontribusi institusi pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan melalui pemberdayaan warga binaan dan optimalisasi lahan yang tersedia.***





































































Discussion about this post