
Saumlaki, TrendingMaluku.com – Proses seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kabupaten Kepulauan Tanimbar tengah menjadi perbincangan serius di ranah publik Tanimbar. Pasalnya, dari proses seleksi hingga kini belum membuahkan hasil, artinya belum juga ditetapkan. Hal ini menuai sorotan tajam dari masyarakat, sejumlah OKP dan ORMAS, yang peduli akan kesenjangan yang kian terjadi bagi daerah ini.
Hal tersebut memicu Ketua KNPI KKT., Alex Belai kembali angkat bicara. Kepada media ini dirinya menegaskan kepada Bupati selaku yang punya kewenangan untuk segera menentukan sekda definitif. Dirinya berharap sekda yang terpilih nantinya harus putra asli Tanimbar, Senin (07/07/25).
“Sebelumnya saya apresiasi kepada Bupati Ricky Jauwerissa dan berharap bapa Bupati bisa mempertimbangkan putra asli Tanimbar untuk mengisi posisi sekda definitif. Pernyataan ini bukan sekedar referensi, melainkan didasari pada sejumlah pertimbangan yang relevan dengan pembangunan daerah,” ungkap Belay
Belay menegaskankan, pentingnya memilih Sekda dari anak asli Bumi Duan Lolat. Alasannya, putra daerah diyakini memiliki pemahaman mendalam tentang budaya, kondisi sosial, dan permasalahan yang dihadapi masyarakat Tanimbar.
Menurutnya, Kedekatan kultural ini dianggap krusial dalam membangun komunikasi efektif dan menyelesaikan berbagai persoalan dengan pendekatan yang tepat sasaran. Mereka diyakini mampu membangun jaringan (networking) yang kuat dengan seluruh stakeholder, mulai dari birokrasi, politisi, aktivis, hingga masyarakat di tingkat kalangan bawah.
Lebih lanjut, dirinya menyoroti aspek kompetensi dan integritas. Ia meyakini bahwa sejumlah putra Tanimbar yang mengikuti seleksi memiliki sumber daya manusia yang mumpuni dan pengalaman birokrasi yang cukup. Mereka dinilai memiliki rekam jejak yang bersih dan integritas moral yang terjaga. Hal ini penting untuk memastikan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Belay kembali memperjelas pendapatnya, bahwasanya pemilihan putra daerah bukanlah upaya untuk menutup peluang bagi birokrat berpotensi dari luar Tanimbar. Namun, untuk posisi Sekda, diharapkan prioritas diberikan kepada mereka yang memahami konteks lokal dan mampu menjembatani berbagai kepentingan. Dengan demikian, potensi konflik dapat diminimalisir dan pembangunan daerah dapat berjalan lebih harmonis.
“Terkait tahapan seleksi, walaupun informasi detail belum dipublikasikan secara luas, namun hal tersebut mengisyaratkan bahwa proses telah sampai pada tahap penyerahan hasil seleksi,” ungkapnya. Dari beberapa nama yang muncul, berkenan Pa Bupati dapat memilih calon yang benar-benar memenuhi kriteria sesuai dengan undang-undang otonomisasi daerah,” tambahnya.
Secara keseluruhan, pernyataannya merefleksikan harapan masyarakat Tanimbar akan kepemimpinan Sekda yang mampu memahami dan melayani kebutuhan masyarakat secara efektif. Pemilihan Sekda yang tepat akan sangat menentukan keberhasilan pembangunan dan stabilitas pemerintahan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar selama lima tahun ke depan.
Harapannya, Bupati Ricky Jauwerissa dapat mempertimbangkan aspirasi ini dengan bijak dan mengambil keputusan yang terbaik untuk kemajuan daerah.
“Pa Bupati akan meninggalkan legacy yang besar bagi masyarakat Tanimbar dengan mengindahkan pertimbangan keinginan rakyat. Dengan mengakomodir putra daerah sebagai Sekda definitif yang nantinya akan membantu Bupati dalam mengelola birokrasi secara arif dan bijaksana,” tutupnya. (TM.01)


































































Discussion about this post