Bula, Maluku — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menggelar kegiatan SBT Expo dan Pameran Ekonomi Kreatif (Ekraf) yang berlangsung sejak 3 hingga 17 Agustus 2025 di Anjungan Pantai Wailola, Bula. Kegiatan ini mengusung tema “Ekraf Tumbuh, SBT Maju”, sebagai simbol semangat daerah untuk mengangkat potensi ekonomi kreatif dan produk lokal, khususnya berbahan dasar sagu.
Ketua Panitia HUT RI ke-80 Kabupaten SBT, Yehamza Alhamid, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara besar peringatan HUT RI ke-80 yang mengedepankan partisipasi masyarakat dan semangat gotong royong.
“SBT Expo dan Pameran Ekraf menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitas, berinovasi, dan menjalin kolaborasi dalam mendukung kemajuan daerah. Melalui kegiatan ini, kita ingin menghidupkan kembali potensi lokal dan menjadikannya sebagai identitas ekonomi SBT,” ujar Yehamza.
Partisipasi Luas, Potensi Lokal Terekspos
Expo tahun ini menghadirkan:
- 13 stan expo OPD
- 24 stan ekraf dengan 32 partisipan
- 1 posko informasi dan 1 posko kesehatan
- 18 bilik food court yang menyajikan produk kuliner khas berbasis sagu.
Produk yang dipamerkan meliputi olahan pangan lokal (kue sagu, sagu instan, tepung sagu, keripik), kerajinan tangan, hingga desain busana bertema hilirisasi sagu.
“Kita ingin produk lokal, terutama sagu, tidak hanya dikenal sebagai pangan pokok, tapi juga menjadi warisan dan kekuatan ekonomi yang diakui secara luas,” tambahnya.
Rangkaian Kegiatan Meriahkan Expo
Tak hanya pameran, SBT Expo 2025 juga dimeriahkan oleh beragam lomba dan turnamen di bidang olahraga dan seni, di antaranya:
- Voli, futsal, badminton, tenis meja, catur
- Lari marathon, karaoke, stand up comedy
- Lomba masak berbahan dasar sagu
- Desain busana, panjat pinang, tarik tambang
- Baris indah dan baris empang
Peserta terdiri dari OPD, pemerintah kecamatan dan desa, pelaku UMKM, komunitas seni dan budaya, hingga sekolah-sekolah dari seluruh kecamatan di Kabupaten SBT.
Dampak Positif dan Tantangan
Panitia mencatat sejumlah hasil yang membanggakan:
- Meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap produk kreatif lokal
- Terciptanya jejaring kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah
- Bertambahnya pelaku usaha baru di bidang hilirisasi sagu
- Terlaksananya lebih dari 25 kegiatan lomba dan pameran
- Peningkatan penjualan produk UMKM selama pameran berlangsung
Namun, kegiatan ini juga menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan sarana penunjang bagi UMKM, kebutuhan pelatihan lanjutan untuk pengolahan sagu, dan cuaca yang kurang mendukung di hari pembukaan.
Di akhir laporannya, Yehamza menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, mulai dari jajaran OPD, instansi terkait, pihak keamanan, sponsor, rekan media, hingga para relawan dan panitia.
“Meskipun ada yang pesimis, berkat kesolidan panitia, kegiatan ini akhirnya bisa terlaksana dengan baik. Ini adalah bukti bahwa kerja keras, kolaborasi, dan kecintaan terhadap daerah mampu mengatasi segala keterbatasan,” ungkapnya penuh semangat.
Pihaknya berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan, serta menjadi ruang konsisten untuk mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif lokal.***




































































Discussion about this post