Ambon, Maluku– Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon dengan lantang dan tegas mengutuk keras pernyataan asal bunyi (asbun) dan provokatif dari Ketua DPRD Kota Ambon, Morits Tamaela, soal konflik Hitu-Hunuth yang terjadi pada selasa kemarin.
Pernyataan yang disampaikan Morits pada konferensi pers di kantor DPRD Kota Ambon pasca konflik dua negeri yang menuding Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tengah (Malteng) lalai dalam membina keamanan dan ketertiban masyarakatnya, bukan mendinginkan suasana, malah memperkeruh.
Rama Keliangin, Ketua Bidang Pembinaan Aparatur Organisasi (PAO) HMI Cabang Ambon, Kamis (21/08) menilai Morits dalam menyampaikan pendapat tidak mencerminkan dirinya sebagai pejabat publik dan pimpinan lembaga legislatif Kota Ambon, ditambah pernyataannya yang menyebut Pemkab Malteng harus bertanggungjawab karena gagal menjaga rakyatnya.
“Padahal kita ketahui bersama bahwa Pemkab Malteng telah bergerak cepat memberikan santunan kepada korban penikaman, bertemu Raja Negeri Hitu Lama dan Hitu Messeng guna meredakan suasana dan menjaga kondusifitas,” beber dia.
Keliangin katakan, publik juga tahu, bahwa Pemkab Malteng telah melakukan koordinasi dengan Walikota Ambon dan Gubernur Maluku, mencari solusi penanganan bersama rumah korban kebakaran konflik tersebut.
“Pak Morits malah tampil dengan pernyataan yang tidak etis juga provokatif. Sebagai Pejabat Publik Morits harus bertanggungjawab dengan pernyataannya karena disampaikan dalam forum resmi dan menjadi konsumsi publik,” sambung Keliangin.
Dia ingatkan, ketua DPRD Kota Ambon Morits Tamaela ini belum selesai dengan masalah dugaan pesta miras dan Penganiayaan yang membuat geger masyarakat se-kota Ambon, kini kembali membuat gaduh dengan pernyataan asbun dan provokatif nya.***





































































Discussion about this post