Ambon, Maluku– Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon melalui Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Yayasan Gasira Maluku, Selasa (02/09).
Penandatanganan ini berlangsung bertepatan dengan pelepasan mahasiswa Program Studi Agama Budaya yang akan menjalani magang di tiga lembaga strategis, yakni Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XX Maluku, Yayasan Gasira Maluku, dan Media Cetak Ambon Ekspres.
MoU ditandatangani oleh Rektor IAKN Ambon, Yance Z. Rumahuru, dan Ketua Yayasan Gasira Maluku, Elizabeth Christina O. Marantika.
Kesepahaman ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi, keahlian, dan fasilitas kedua belah pihak dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia.
Fokus kerja sama meliputi isu agama, budaya, perlindungan perempuan dan anak, serta penguatan nilai-nilai sosial di tengah masyarakat.
Ruang lingkup MoU mencakup pendidikan dan pengajaran, penelitian bersama, pengabdian masyarakat, program magang mahasiswa, hingga kegiatan kolaboratif lainnya yang relevan dengan penguatan isu sosial, budaya, serta perlindungan perempuan dan anak.
Rektor IAKN Ambon menegaskan pentingnya kerja sama lintas lembaga dalam memperluas ruang belajar mahasiswa.
“Kesepahaman ini bukan hanya membuka kesempatan magang, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kepekaan sosial, keterampilan ilmiah, serta keberanian menghadapi realitas masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan Maluku dan Indonesia ke depan,” ujarnya.
Ketua Yayasan Gasira Maluku menyambut baik MoU tersebut dan menekankan peran strategis mahasiswa dalam mendukung upaya perlindungan perempuan dan anak.
“Kami percaya kehadiran mahasiswa akan membawa perspektif baru sekaligus memperkuat gerakan advokasi dan pemberdayaan yang selama ini kami lakukan,” katanya.
Penandatanganan MoU yang digelar bersamaan dengan pelepasan 15 mahasiswa magang ini menegaskan komitmen IAKN Ambon untuk membangun jejaring akademik dan sosial yang bermanfaat.
Dengan langkah ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai agama dan budaya dalam kehidupan nyata.***




































































Discussion about this post